
Ilustrasi petugas DPKP Surabaya berupaya memadamkan kebakaran.
JawaPos.com–Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya memasifkan giat patroli di lahan-lahan terbuka. Hal itu sebagai upaya untuk mengantisipasi kebakaran.
Langkah itu sekaligus dilakukan untuk mencegah dampak fenomena La Nina atau cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, sebagaimana peringatan dini yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kepala DPKP Kota Surabaya Dedik Irianto telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan patroli di lahan-lahan terbuka. Terutama, patroli di lahan yang diindikasi sering terjadi kebakaran.
”Teman-teman di pos, mereka melakukan patroli di lahan-lahan terbuka yang sering terjadi kebakaran,” kata Dedik Irianto, Sabtu (19/8).
Upaya pencegahan lain, lanjut dia, juga dilakukan DPKP dengan memberikan sosialisasi kepada warga. Warga diimbau tidak sembarangan membakar sampah di lahan terbuka.
”Jadi ada larangan itu, bukan hanya panas tetapi anginnya kencang, dikhawatirkan kalau membakar di lahan terbuka, bisa merambat ke objek lain di sekitarnya,” ujar Dedik.
Dedik berharap, warga dapat membuang sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sampah). Sampah itu diambil petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
”Membakar lahan terbuka pun menurut undang-undang tidak dibenarkan, kalau bakar sampah di ruang terbuka tanpa menggunakan teknis tertentu,” tutur Dedik.
Data DPKP Kota Surabaya mencatat sejak Januari hingga 13 Agustus telah terjadi 244 peristiwa kebakaran kategori non-bangunan atau di lahan terbuka. Dengan rincian, kebakaran alang-alang 106 kali, sampah 65 kali, dan lain-lain 73 kali.
Selain mencegah kebakaran di lahan terbuka, DPKP Surabaya juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan saat memasak. Sebab, berdasar catatan, beberapa kali terjadi kebakaran di Surabaya saat memasak.
”Ada beberapa kejadian masak dan kelupaan sehingga terjadi kebakaran, kalau masak ditunggu,” ungkap Dedik.
”Kemudian kalau ada barang elektronik itu dimatikan. Kabelnya dicabut jangan cuma ditekan tombolnya saja, kalau sudah tidak digunakan,” sambung dia.
Dedik menyatakan, pihaknya juga getol melakukan sosialisasi dan pelatihan pencegahan kebakaran di perkampungan. Warga diberikan pengetahuan tentang penyebab kebakaran dan cara pencegahannya. Warga diimbau agar tidak panik ketika terjadi kebakaran.
”Lakukan penanganan awal dan menghubungi Command Center 112. Respons time kami tujuh menit, padahal krusialnya fase api di empat menit,” papar Dedik.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
