TERLARANG: Sejumlah medsos menyediakan tayangan konten sensitif dan berbau pornografi. Pelaku revenge porn kerap mengunggah video asusila di medsos untuk melampiaskan kekesalannya.
Modus operandi kejahatan revenge porn atau balas dendam dengan menyebar konten pornografi makin beragam. Dalam beberapa kasus, pelakunya mencuri data atau foto orang lain untuk digunakan memeras korban.
---
Dwi Heri Mustika sempat mengalaminya. Dia bukan orang yang diperas. Namun, identitasnya sempat dicatut oleh hacker. Pelaku itu membuat konten mesum untuk memeras korbannya. ”Jadi, saat memeras korban, pelaku mengaku sebagai saya,” katanya (3/8).
Dwi melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke Polda Jatim. Dia merasa nama baiknya telah dicemarkan. Dalam kasus tersebut, pelaku memeras dua orang sekaligus.
Dia menyadari namanya dicatut oleh pelaku revenge porn setelah dihubungi teman lamanya. Kebetulan temannya kenal dengan korban yang diperas itu. Korban tinggal di Kalimantan. ”Awalnya menanyakan apakah saya kenal dengan korban,” ucap Dwi.
Spontan, Dwi mengaku tidak mengenali korban tersebut. Belakangan dia diberi tahu bahwa korban diperas oleh orang yang mengaku dirinya. Modalnya sebuah kartu tanda anggota (KTA) profesi yang digelutinya.
”KTA itu pernah saya unggah ke medsos. Kayaknya pelaku mengunduhnya,” jelasnya.
Dalam kasus itu, korban awalnya berkenalan dengan akun Facebook (FB) berfoto perempuan. Mereka lantas saling tukar nomor telepon. ”Dalam sebuah kesempatan, korban diajak video call (VC),” tutur Dwi.
Namun, yang dilihat korban ternyata perempuan telanjang. VC itu direkam. Nah, tidak berselang lama, pelaku meminta sejumlah uang kepada korban. Dia mengancam menyebarkan tangkapan layar korban saat melakukan video panggilan mesum.
Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto menyatakan, fenomena revenge porn bisa diantisipasi. Caranya adalah dengan mengabaikan pesan atau permintaan dari orang yang tidak dikenal. ”Harus selalu waspada,” katanya.
Dia lantas mengambil contoh perkara yang diungkap Subdit Siber Polda Jatim beberapa waktu lalu. Yakni, penangkapan Farouk Fajar. Dia sengaja mengencani 16 tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong dan Taiwan. Tujuannya memeras.
Farouk memotret dan merekam adegan mesumnya dengan setiap korban saat berkencan. Konten itu selanjutnya dipakai untuk mengancam korban agar memberikan sejumlah uang.
Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto menuturkan, ancaman hukuman bagi pelaku revenge porn tergolong berat. Sebab, ada pasal berlapis yang bisa digunakan oleh penyidik. ”Unsur pidananya bisa kena lebih dari satu pasal,” katanya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
