
Masjid Cheng Hoo merupakan masjid yang berasitektur Tiongkok pertama yang berdiri di Indonesia.
JawaPos.com - Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia tentunya memiliki sejarah keberagaman dan budaya di masyarakatnya. Salah satu keberagaman dalam akulturasi budaya yang unik di Surabaya adalah arsitektur bangunan masjid.
Di daerah Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya contohnya. Berdiri masjid yang memiliki perpaduan budaya antara Tionghoa dan budaya masyarakat lokal. Masjid Cheng Hoo merupakan masjid yang berasitektur Tiongkok pertama yang berdiri di Indonesia. Berdirinya masjid ini diprakarsai oleh PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Jawa Timur melalui YHMCH (Yasasan Haji Muhammad Cheng Hoo). Pembangunan masjid dimulai pada tahun 2001 dan selesai satu tahun kemudian pada tanggal 10 Maret 2002
Bentuk Masjid Cheng Hoo didasarkan pada bentuk Masjid Niu Jie yang merupakan masjid bersejarah yang telah ada di Beijing sejak tahun 996 M. Meski secara keseluruhan Masjid Cheng Hoo mengadosi arsitektur Tiongkok, tetapi ada beberapa elemen yang diadopsi dari kebudayaan lokal, seperti mimbar tertutup yang merupakan ciri cari Muhammadiyah dan kentongan yang merupakan ciri dari NU. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kedekatan muslim Tionghoa dengan masyarakat lokal terlebih lagi terhadap ormas Islam di Surabaya.
Dikutip dari jurnal "Pendirian Masjid Cheng Hoo: Sebuah Simbol Identitas Tiongkok Muslim dan Komoditas Wisata Religius di Surabaya" (2019). Masjid Cheng Hoo Surabaya memiliki luas 21 x 11 meter dengan bangunan utama yang berukuran 9 x 11 meter. Pada setiap elemen yang terdapat dalam masjid Cheng Hoo memiliki artinya tersendiri. Sebagai contoh panjang 11 meter menunjukan ukuran ka’bah yang juga memiliki panjang dan lebar 11 meter.
Pada awalnya penggunaan arsitektur Tionghoa pada Masjid Cheng Hoo agar lebih mendekatkan dakwah Islam kepada komunitas etnis Tionghoa. Karena ada masa Orde Baru hal-hal yang berbau Tionghoa agak teringgirkan, baik budaya Tionghoa maupun etnis Tionghoa. Dengan adanya masjid berarsitektur Tionghoa, diharapkan etnis Tionghoa Muslim kembali bersemangat dalam menyampaikan syiar-syiar agama Islam
Pembangunan Masjid Cheng Hoo Surabaya, dibuka untuk umum dan sebagai pengingat sejarah Laksamana Cheng Hoo yang membawa misi menyebarkan agama Islam ke Indonesia. Disisi lain perpaduan budaya Tinghoa, Islam, dan Jawa yang tercipta di dalam Masjid Cheng Hoo menunjukan bahwa ketiga identitas tersebut bukanlah suatu yang bertentangan melainkan dapat bersatu padu secara apik.
Masjid Cheng Hoo Surabaya saat ini menjadi salah satu destinasi wisata religius di Surabaya yang dapat dikunjungi setiap harinya bagi masyarakat umum.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
