Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2023 | 04.33 WIB

Melihat Akulturasi Budaya Dalam Arsitektur Masjid Cheng Hoo di Surabaya

Masjid Cheng Hoo merupakan masjid yang berasitektur Tiongkok pertama yang berdiri di Indonesia. - Image

Masjid Cheng Hoo merupakan masjid yang berasitektur Tiongkok pertama yang berdiri di Indonesia.

JawaPos.com - Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia tentunya memiliki sejarah keberagaman dan budaya di masyarakatnya. Salah satu keberagaman dalam akulturasi budaya yang unik di Surabaya adalah arsitektur bangunan masjid.

Di daerah Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya contohnya. Berdiri masjid yang memiliki perpaduan budaya antara Tionghoa dan budaya masyarakat lokal. Masjid Cheng Hoo merupakan masjid yang berasitektur Tiongkok pertama yang berdiri di Indonesia. Berdirinya masjid ini diprakarsai oleh PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Jawa Timur melalui YHMCH (Yasasan Haji Muhammad Cheng Hoo). Pembangunan masjid dimulai pada tahun 2001 dan selesai satu tahun kemudian pada tanggal 10 Maret 2002

Bentuk Masjid Cheng Hoo didasarkan pada bentuk Masjid Niu Jie yang merupakan masjid bersejarah yang telah ada di Beijing sejak tahun 996 M. Meski secara keseluruhan Masjid Cheng Hoo mengadosi arsitektur Tiongkok, tetapi ada beberapa elemen yang diadopsi dari kebudayaan lokal, seperti mimbar tertutup yang merupakan ciri cari Muhammadiyah dan kentongan yang merupakan ciri dari NU. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kedekatan muslim Tionghoa dengan masyarakat lokal terlebih lagi terhadap ormas Islam di Surabaya.

Dikutip dari jurnal "Pendirian Masjid Cheng Hoo: Sebuah Simbol Identitas Tiongkok Muslim dan Komoditas Wisata Religius di Surabaya" (2019). Masjid Cheng Hoo Surabaya memiliki luas 21 x 11 meter dengan bangunan utama yang berukuran 9 x 11 meter. Pada setiap elemen yang terdapat dalam masjid Cheng Hoo memiliki artinya tersendiri. Sebagai contoh panjang 11 meter menunjukan ukuran ka’bah yang juga memiliki panjang dan lebar 11 meter.

Pada awalnya penggunaan arsitektur Tionghoa pada Masjid Cheng Hoo agar lebih mendekatkan dakwah Islam kepada komunitas etnis Tionghoa. Karena ada masa Orde Baru hal-hal yang berbau Tionghoa agak teringgirkan, baik budaya Tionghoa maupun etnis Tionghoa. Dengan adanya masjid berarsitektur Tionghoa, diharapkan etnis Tionghoa Muslim kembali bersemangat dalam menyampaikan syiar-syiar agama Islam

Pembangunan Masjid Cheng Hoo Surabaya, dibuka untuk umum dan sebagai pengingat sejarah Laksamana Cheng Hoo yang membawa misi menyebarkan agama Islam ke Indonesia. Disisi lain perpaduan budaya Tinghoa, Islam, dan Jawa yang tercipta di dalam Masjid Cheng Hoo menunjukan bahwa ketiga identitas tersebut bukanlah suatu yang bertentangan melainkan dapat bersatu padu secara apik.

Masjid Cheng Hoo Surabaya saat ini menjadi salah satu destinasi wisata religius di Surabaya yang dapat dikunjungi setiap harinya bagi masyarakat umum.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore