
Megawati Soekarnoputri resmikan Kebun Raya Mangrove Surabaya bertepatan dengan Peringatan Hari Mangrove Sedunia pada Rabu (26/7).
JawaPos.com–Kebun Raya Mangrove Surabaya telah diresmikan pada Rabu (26/7) bertepatan dengan Peringatan Hari Mangrove Sedunia.
Kebun raya yang memiliki luas total 34 hektare tersebut, diresmikan Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) yang sekaligus Presiden Ke-5 Republik Indonesia (RI) Megawati Soekarnoputri.
Peresmian dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, Kebun Raya Mangrove Surabaya terunik di antara 45 kebun raya di seluruh Indonesia.
”Ini salah satu yang menurut saya dikelola dengan sangat-sangat baik dan konsisten. Karena tidak semua pemerintah daerah berhasil mengelola secara konsisten,” kata Laksana Tri Handoko.
Dia menjelaskan, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2019, BRIN berkewajiban membina dan membuat penetapan status kebun raya yang telah diusulkan pemerintah daerah.
”Ini (Kebun Raya Mangrove Surabaya) salah satu yang bisa saya sampaikan yang terbaik. Jadi selamat untuk warga Surabaya, kita ikut bangga,” ujar Handoko.
Menurut dia, penetapan Kebun Raya Mangrove Surabaya telah melalui sejumlah tahap. Dimulai pada 2017 atau ketika masih dipimpin Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
”Singkatnya kami menerima surat Bu Risma yang pertama 2017 itu dan baru 2018 ada surat penetapan lokasi. Kemudian ini berlanjut sampai setelah pandemi itu, baru sekarang akhirnya kami dapat mengeluarkan penetapan,” tutur Handoko.
Dia menyebutkan, Kebun Raya Mangrove Surabaya memiliki 57 koleksi yang sudah diidentifikasi. Namun dari 57 koleksi itu, yang sudah diregistrasi secara resmi jumlahnya ada 17 spesies.
”Jadi kita masih ada PR (pekerjaan rumah) Pak Wali. Jadi kami akan terus siap untuk membina dan mendampingi Kebun Raya Mangrove ini,” jelas Handoko.
Handoko menyatakan, kebun raya menjadi pusat konservasi eksitu atau pelestarian di luar habitat aslinya. Selain itu juga sebagai konservasi insitu untuk berbagai biodiversitas atau keanekaragaman hayati.
”Jadi kebun raya ini merupakan satu-satunya, kalau bisa dibilang tools (alat) kita untuk menjaga biodiversitas. Karena Indonesia itu pemilik biodiversitas terbesar di dunia, kalau darat dan laut. Kalau darat saja itu nomor dua setelah Brasil,” sebut Handoko.
Dia menuturkan, BRIN tidak hanya sekadar melakukan konservasi. Pihaknya juga menyiapkan untuk bagaimana memanfaatkan biodiversitas itu menjadi obat, pangan, hingga berbagai teknologi canggih.
”Itu yang sudah kami siapkan, dan waktu itu sudah dikunjungi juga oleh Ibu Megawati bulan lalu di Cibinong. Jadi itu akan menjadi sentra pusat-pusat bagaimana kita bisa memanfaatkan biodiversitas, termasuk nanti yang dari mangrove ini dengan segala macam biota flora dan fauna yang ada di dalamnya,” tutur Handoko.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
