
Logo Unair
JawaPos.com - Jatah kuota beasiswa kartu Indonesia pintar kuliah (KIP-K) di Universitas Airlangga (Unair) menurun drastis dari tahun sebelumnya. Dari kuota 1.000-an menjadi 660 kuota tahun ini. Akibatnya, sebagian pemegang KIP-K tidak mendapatkan bantuan beasiswa penuh.
Rektor Unair Prof Mohammad Nasih mengungkapkan, dari tahun ke tahun jumlah peserta KIP-K yang diterima Unair rata-rata lebih dari 1.000 orang. Padahal, kuota yang dialokasikan untuk Unair tahun ini hanya 660 orang.
Artinya, 340 peserta KIP-K sisanya terancam tidak mendapatkan beasiswa. ”Pertanyaannya, bagaimana 340 peserta KIP-K tersebut? Ini menjadi keprihatinan kita semua,” katanya di Rektorat Unair, Rabu (31/5).
Menurut Nasih, saat ini kuota KIP-K tersebut sudah terpakai 507 orang melalui jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP). Artinya, masih ada sisa 153 kursi lagi bagi peserta KIP-K melalui jalur seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT).
”Biasanya, 400–500 peserta yang lolos SNBT di antaranya adalah pemegang KIP-K. Jadi, ada sekitar 300 pemegang KIP-K yang harus diperhatikan,” ujarnya.
Karena itulah, ada beberapa kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang berkaitan dengan KIP-K. Beberapa skenario disiapkan.
Pertama, peserta KIP-K mendapatkan beasiswa penuh, baik biaya pendidikan maupun hidup. Saat ini, di seluruh Indonesia 115 ribu bantuan KIP-K sudah disalurkan.
Kedua, peserta KIP-K hanya menerima bantuan uang kuliah tanpa bantuan biaya hidup. Saat ini sudah ada 85 ribu bantuan KIP-K.
”Skenario ketiga, peserta KIP-K yang diterima perguruan tinggi negeri (PTN) tidak mendapatkan bantuan keduanya, baik biaya pendidikan maupun hidup,” jelas dia.
Penurunan jatah atau kuota KIP-K tersebut tentu akan membuat masyarakat terbebani. Sementara, Unair juga tidak bisa menolak peserta KIP-K yang memang memiliki nilai bagus dan bersaing dengan peserta lain.
”Nanti, pada saat pengumuman SNBT, di Unair ada kejadian pemegang KIP-K diterima, tetapi tidak dapat bantuan, baik biaya pendidikan maupun hidup,” ujar Nasih.
Karena itulah, guru besar bidang ekonomi tersebut akan menyerahkan keputusan kepada setiap peserta KIP-K yang lolos SNBT di Unair. Jika tetap mau melanjutkan kuliah di Unair, mereka harus bisa mengikuti aturan peserta non-KIP.
”Mereka harus membayar UKT (uang kuliah tunggal) berdasar hasil verifikasi data yang dilakukan,” tuturnya.
Nasih menambahkan, peserta KIP-K yang akan mendapatkan jatah atau kuota bantuan beasiswa itu akan diseleksi melalui nilai UTBK terbaik. Nilai UTBK peserta KIP-K yang diterima Unair bakal diurutkan sesuai dengan 153 sisa kuota.
Sisanya, mereka bisa mengikuti mekanisme seperti peserta non-KIP-K. Mereka bebas memilih mau mundur atau lanjut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
