Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Mei 2023 | 19.48 WIB

Lagi, Remaja di Sidoarjo Diintimidasi dengan Rekaman Bugil Setelah Berkenalan di Instagram

Ilustrasi: korban pemerkosaan. (Kokoh Praba/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi: korban pemerkosaan. (Kokoh Praba/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kasus intimidasi dengan video bugil juga dialami siswa kelas VII SMP asal Desa Siwalan Panji. Kepala Desa Siwalanpanji Achmad Choiron Rabu (17/5) menceritakan, korban yang berusia 14 tahun sempat kabur dari rumah karena takut dimarahi orang tuanya. Namun, akhirnya dia kembali pulang.

Choiron bercerita, korban A kenal seorang pria lewat Instagram. Mereka lantas berkomunikasi lewat Telegram. Korban sering diajak video call.

Namun, korban diminta melepas busana saat video call. Ternyata, video call tersebut direkam. Rekaman itu digunakan pelaku untuk mengancam korban.

Korban diancam agar menuruti permintaannya. Kalau tidak, video tanpa busana itu akan disebarkan ke orang tuanya. Ancaman tersebut membuat korban gelisah dan takut. Akhirnya, pada Senin (15/5) dini hari korban kabur dari rumah.

’’Minggu pukul 23.00 masih ada di rumah, sempat membuat mi bersama bapaknya,’’ katanya.

Namun, Senin pukul 05.00, korban sudah tidak ada di kamar. Jendela kamar terbuka. ’’Saat akan dibangunkan untuk sekolah, dia sudah tidak ada di kamar,’’ katanya. Orang tuanya bingung dan mencari sana-sini.

Mendengar kabar tersebut, Choiron meminta anak buahnya mengunjungi rumah korban. ’’Akhirnya kami telusuri, ada salah seorang warga yang bisa melacak handphone-nya. Lokasinya ada di Ngaban, Tanggulangin,’’ katanya.

Pukul 10.00, tim dari desa berhasil menemukan korban di salah satu rumah kos di Tanggulangin. ’’Korban baru bangun tidur karena ternyata semalaman tidak tidur,’’ kata Choiron. Korban berhasil ditemukan pasangan suami istri pemilik kos tersebut di Jalan Taman Pinang pada 02.00.

’’Pasutri tersebut melihat ada anak sendirian, kelihatan bingung. Karena sudah dini hari, akhirnya korban diminta istirahat dulu di kosnya,’’ ujar Choiron. Saat akan diantar pulang oleh pemilik kos tersebut, korban tidak mau.

Choiron lega, korban tidak sampai bertemu pelaku dan bisa segera ditemukan. Sampai saat ini, korban sudah bertemu keluarga. ’’Tapi, belum bisa ditemui. Masih pemulihan diri dulu, takut trauma,’’ katanya.

Choiron berharap pelaku bisa ditemukan. Takutnya, ada korban lain. ’’Kami juga akan dampingi korban ke depannya. Untuk saat ini, biarkan sendiri dulu,’’ ujarnya.

Itu merupakan kasus kedua. Senin (15/5) VML ditangkap karena memerkosa dan mengintimidasi korban dengan foto bugil. Pelaku yang berusia 20 tahun itu mengaku mengenal korban lewat Telegram.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo baru mendengar kabar itu. Andaru mengatakan bahwa sebenarnya dirinya juga masih mendalami apakah ada korban lain dari tersangka VML.

’’Kami memang berencana mendalami lagi dari tersangka setelah rilis Selasa (16/5),’’ ungkapnya.

Perwira berpangkat satu melati itu akan menghubungi Kades terkait untuk memastikan kasus yang menimpa remaja warga Siwalanpanji tersebut. (uzi/eza/c7/any)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore