
Photo
JawaPos.com- Proyek pembangunan RSUD di wilayah Gresik selatan, masih dimatangkan pemkab. Saat ini, sudah mulai masuk tahapan lelang manajemen konsultan. Jika tidak ada kendala, rencananya pada Juni nanti sudah mulai pekerjaan fisik.
Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DCKPKP) Pemkab Gresik Ida Lailatus Sadiyah mengatakan, paket pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS) itu telah dialokasikan anggaran mencapai Rp 85 miliar. “Satu tahun anggaran di tahun 2023 ini,” ucapnya.
Menurut Ida, tahapan proyek saat ini memasuki managemen konsultan lelang. Setelah tahapan ini selesai, segera dilanjutkan lelang pekerjaan fisik. “Perkiraan Juni nanti konstruksi sudah dimulai,” ujarnya.
Perencanaan, lanjut dia, sudah dimulai pada APBD 2022. RSGS itu akan menjadi RSUD ketiga milik Pemkab Gresik. Dua lainnya adalah RSUD Ibnu Sina di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Gresik, dan RSUD Umar Masud di Pulau Bawean. Kehadiran RSUD baru itu diharapkan makin mendekatkan layanan kesehatan untuk masyarakat.
RSGS itu ditarget selesai dalam waktu satu tahun. Dengan demikian, pada 2024 mendatang layanan sudah mulai dibuka. Dari kajian tim teknis dinas kesehatan (Dinkes) dan OPD terkait, lokasi yang memenuhi kelayakan untuk RSGS, berada di sisi barat exit tol KLBM, Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean. "Itu berdasarkan kajian perencanaan. Lokasi akhirnya ditentukan di Desa Slempit, Kedamean,” kata Ida.
Sementara itu, Kepala Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusna mengungkapkan, pada 2022 lalu, perencanaan pembangunan serta pembebasan lahan untuk kebutuhan RSGS memang sudah dilaksanakan. Pada tahap awal, dinas PUTR menargetkan pembebasan lahan seluas 5.000 meter persegi hingga 1 hektare.
’’Rencananya, RSGS akan dibangun sekaligus dengan tipe C. Untuk rumah sakit tipe C, kebutuhan lahan minimal 7.000 meter persegi,’’ paparnya.
Pembangunan RSGS telah muncul sejak 2019 lalu. Dalam APBD 2019, pemkab telah mengalokasikan dana Rp 300 juta untuk kajian kelayakan. Lalu, pada 2020, pemkab kembali menganggarkan Rp 5 miliar. Namun, imbas pandemi Covid-19 akhirnya anggaran terkena refocusing.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
