
Photo
JawaPos.com- Tingkat kepatuhan pelaku usaha untuk melaporkan kegiatan usahanya masih belum otimal. Sebagian masih enggan mengisi laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) empat kali dalam setahun.
Agar pelaku usaha patuh aturan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya rutin menggelar bimbingan teknis (bimtek). Pada kegiatan itu, mereka akan mendapatkan pemahaman dan pendampingan saat mengisi LKPM.
”Kami undang sekitar 70 pelaku usaha ikut bimtek. Dengan latar belakang usaha beragam, mulai kesehatan hingga barang,” ucap Koordinator Promosi DPMPTSP Surabaya Hefli Syariffuddin saat ditemui di Grand Mercure Mirama, Darmo, Kamis (29/9).
Menurut Hefli, ada sejumlah manfaat yang didapatkan pemkot dari pengisian LKPM itu. Di antaranya, memotret kondisi realisasi investasi, sektor investasi yang menjadi primadona, dan jumlah tenaga kerja yang diserap oleh para pelaku usaha. Dari hasil laporan tersebut, pemkot juga bisa mengambil kebijakan yang tepat untuk pembangunan ke depan.
Berdasar catatan DPMPTSP Surabaya, ada 37 ribu usaha di Surabaya. Perusahaan yang memiliki nilai investasi Rp 1 miliar–5 miliar wajib lapor LKPM. ”Persentase kepatuhannya sudah 50 persen lebih. Tapi, kami tetap mendorong terus supaya meningkat,” tutur Hefli.
DPMPTSP punya cara lain untuk mempercepat pengisian LKPM. Yaitu, dengan jemput bola (jebol). DPMPTSP menerjunkan tim khusus yang tugasnya mendatangi dan mendampingi para pelaku usaha mengisi LKPM.
Dia berharap, pada triwulan ketiga Oktober mendatang, para pelaku usaha tepat waktu dalam menyampaikan LKPM. Lebih dari 10 Oktober, sistem server OSS akan tutup secara otomatis. Karena itu, dia meminta pelaku usaha mengisi LKPM di awal bulan.
Dalam bimtek tersebut, beberapa peserta mengajukan pertanyaan. Salah satunya Dani dari perwakilan Adi Husada. Dia mengaku kesulitan saat mengakses server.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
