Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 September 2022 | 22.48 WIB

Akomodasi Keluarga Pasien, RSUD dr Soetomo Bangun Hospital Hotel

LENGKAPI FASILITAS: Direktur RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi (kanan) ditemani Wakil Direktur Pendidikan Profesi, Penelitian, dan Sumber Daya Manusia RSUD dr Soetomo Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa (tengah) serta Wakil Direktur Perencanaan dan Keuang - Image

LENGKAPI FASILITAS: Direktur RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi (kanan) ditemani Wakil Direktur Pendidikan Profesi, Penelitian, dan Sumber Daya Manusia RSUD dr Soetomo Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa (tengah) serta Wakil Direktur Perencanaan dan Keuang

JawaPos.com – Fasilitas di RSUD dr Soetomo akan semakin lengkap. Rumah sakit pemerintah tipe A itu sedang menggagas pembangunan hospital hotel (hostel) yang ditargetkan selesai pada 2024. Dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak pun sangat diharapkan.

Direktur RSUD dr Soetomo Joni Wahyuhadi menjelaskan, ide pembangunan itu bermula karena 60 persen pasien berasal dari luar Jawa Timur. Selain itu, banyak keluarga pasien yang membutuhkan tempat istirahat. Selama ini banyak di antara mereka yang beristirahat di koridor, ruang perawatan, kos, hingga hotel yang jaraknya cukup jauh.

Dari data tersebut, ada potensi untuk memfasilitasi keluarga pasien melalui fasilitas penginapan. Sasarannya bukan hanya itu.

Hostel itu juga diharapkan dapat mengakomodasi peserta didik, peserta kerja sama pelatihan, hingga pasien terapi berlanjut. Rata-rata durasi rawat inap selama ini adalah enam hari.

”Adanya ini kan juga bisa memotong biaya perjalanan hingga waktu. Banyak di antara mereka yang membutuhkan tempat singgah,” ujarnya Selasa (27/9) di acara public expose dan konsultasi publik di Hotel Grand Dafam.

Rencananya, hostel tersebut dibangun setinggi sembilan lantai di lahan seluas 3.382 meter persegi yang terletak di area parkir. Perinciannya, 6 lantai kamar, 2 lantai untuk area komersial, dan 1 lantai untuk basemen parkir. Prinsip gedung hijau dan pertimbangan struktur tahan gempa juga akan digunakan pada gedung hostel tersebut.

Joni menyatakan, pembangunan itu bakal menggunakan skema bangun serah guna (BSG) dengan masa kerja sama 25 tahun. Ada sejumlah pertimbangan sehingga pihaknya memilih skema BSG. Nanti mitra BSG yang membiayai, membangun, mengoperasikan, dan memelihara gedung hostel selama masa kerja sama.

Sejumlah faktor memengaruhi pemilihan skema BSG. Misalnya, tidak membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta alokasi risiko usaha ditanggung mitra BSG. Juga memperoleh pembayaran kontribusi tahunan dari mitra BSG. Setelah masa konsesi, pihaknya akan memiliki potensi pendapatan baru hingga aset berupa gedung hostel.

”Ini bukan hotel, melainkan hostel. Seperti di RSCM itu sudah ada. Meski tidak terlalu besar, sangat bermanfaat,” ungkapnya.

”Untuk skema pengembalian, mitra BSG akan memperoleh melalui pengguna hostel. Skema BSG juga sudah ada dasar hukumnya seperti Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014,” jelasnya.

Gedung hostel itu bakal didesain selaras dengan bangunan saat ini dan memaksimalkan ketersediaan lahan. Komposisi jenis kamar pun mengakomodasi pasien dari semua kalangan, termasuk difabel. Tahapan saat ini sudah mencapai penyusunan studi kelayakan sekitar 70 persen.

Proses konstruksi ditargetkan berlangsung sejak Januari hingga Desember tahun depan. Nanti hostel bisa beroperasi pada Januari 2024.

”Pembiayaan yang dilakukan harus efisien dan efektif. Kami mohon izin kepada Bu Gubernur untuk berupaya menggandeng masyarakat sehingga dapat menjadi public relationship yang mutualisme antara Pemprov Jatim sebagai pemilik dan masyarakat umum,” tuturnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore