
Salah satu pelanggar protokol kesehatan di Balikpapan yang memilih kerja sosial karena mengaku tak mampu membayar sanksi denda . (Kaltim Pos)
JawaPos.com- Upaya untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan terus dilakukan di berbagai area. Termasuk di kawasan pesisir. Untuk mewujudkannya, salah satunya dengan menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Tambak Wedi. Minggu (21/8) sebanyak 400 peserta yang meliputi nelayan dan anggota Tunas Hijau mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan digelar pukul 06.00 hingga 08.00. Dalam waktu dua jam, berbagai sampah sebanyak dua truk dikumpulkan. Selain kotoran ikan dan barang rumah tangga, sampah yang terkumpul didominasi sampah plastik. Di antaranya, botol plastik, kemasan makanan, dan popok bayi sekali pakai.
Presiden Tunas Hijau Mochamad Zamroni menyatakan, aksi bersih-bersih pantai dan pesisir sudah dilakukan di berbagai lokasi. Khusus dalam periode pandemi Covid-19 sejak 2020, telah terselenggara 75 kali.
Aksi tersebut dilakukan sebagai langkah upaya mendorong para nelayan lebih peduli terhadap lingkungan mereka. Apalagi, lautan merupakan tempat mereka mengais rezeki. Kalau lautnya kotor, otomatis memengaruhi hasil tangkapan.
’’Agar tambah semangat, kami menyediakan 100 paket sembako untuk nelayan yang ikut berpartisipasi,’’ kata Zamroni di pesisir Pantai Tambak Wedi kemarin (21/8) pagi.
Sampah-sampah yang dikumpulkan tidak semuanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Agar dapat bermanfaat, sampah plastik diolah menjadi berbagai kerajinan tangan seperti bangku, meja, taman, hingga menjadi bata ramah lingkungan atau ecobrick.
Semua sampah yang dikumpulkan diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya. Kabid Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya Arif Rusman menyatakan, setiap hari jumlah sampah yang dapat dibersihkan mencapai 29 ton. Baik itu sampah rumah tangga maupun sampah plastik.
Dari jumlah tersebut, paling banyak sampah ditemukan di wilayah Surabaya Utara. Yakni, mencapai 14,43 ton. Selain melalui saluran air, pembersihan dilakukan di area rumah pompa. Meski terlihat banyak, jika dibandingkan saat musim hujan, jumlah sampah yang terangkut menurun.
’’Untuk di Surabaya Utara, biasanya sampah yang diangkut mencapai 20 ton per hari. Saat ini ada penurunan, yang naik justru sampah enceng gondok,’’ ucapnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
