Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Agustus 2022 | 22.26 WIB

318 Penari Flash Mob Remo Jelang Hari Jadi KBS

PANGGUNG JEMBATAN: Para siswa menari remo di Jembatan Suroboyo, Minggu (18/12). Mereka mulai berdatangan di lokasi itu sejak pukul 05.00. (Allex Qomarulla/Jawa Pos) - Image

PANGGUNG JEMBATAN: Para siswa menari remo di Jembatan Suroboyo, Minggu (18/12). Mereka mulai berdatangan di lokasi itu sejak pukul 05.00. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)

JawaPos.com - Gerakan indah nan berani tarian remo gagrak membuat suasana Kebun Binatang Surabaya (KBS) semarak. Ratusan penari hadir dalam flash mob yang berlangsung, Minggu (21/8). Acara itu diadakan untuk memperingati Hari Jadi Ke-106 KBS pada tahun ini.

Para penari memakai busana putih. Ada juga yang mengenakan kostum hitam. Selendang merah yang diayunkan membuat tarian semakin indah. Bunyi lonceng kaki penari menarik perhatian penonton untuk berkumpul sembari merekam flash mob tersebut.

Kasihumas KBS Agus Supangkat menyatakan, pertunjukan massal itu diikuti 318 penari.

Mereka berasal dari sanggar tari dan kalangan umum se-Surabaya Raya. Uniknya, para penari adalah murid TK hingga SMA dengan kisaran usia 4 hingga 17 tahun.

Pembatasan kuota 318 penari bukan tanpa alasan. Menurut dia, hal tersebut memiliki arti filosofis, yaitu hari ulang tahun KBS yang jatuh pada Rabu (31/8) mendatang. Kebanyakan penari berasal dari Surabaya dan Sidoarjo meskipun ada juga yang dari Jombang. ’’Mereka bisa ikut gratis. Kami batasi sesuai hari jadi,’’ jelasnya.

Dia berharap adanya kegiatan itu dapat melestarikan tarian khas Surabaya. Selain itu, KBS diyakini bisa menjadi tempat edukasi, observasi, hingga penelitian dengan peralatan yang lengkap. Serta, bisa menjadi destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat Surabaya ataupun luar kota.

Priska Dwi, penari dari SMA Giki 1 Surabaya, mengatakan hanya mempersiapkan waktu dua hari untuk mengikuti acara itu. Dia mengaku tak ada kendala karena telah berlatih di sanggar tari bersama teman-temannya. Menurut dia, tari remo gagrak merepresentasikan keberanian yang terlihat pada kostum yang dominan merah. ’’Tari ini asli Suroboyo,’’ katanya.

Flash mob tersebut hanyalah satu dari sejumlah rangkaian acara yang ada. Sebelumnya, ada kegiatan melukis tas kanvas bersama 106 anak difabel hingga penanaman pohon. Puncak acara akan berlangsung Jumat (26/8) dengan menerbangkan layang-layang. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore