
Photo
JawaPos.com- Pilihan transportasi publik di wilayah aglomerasi Surabaya Raya kini makin banyak dan bertarif murah. Setelah KA komuter, kini ada bus Trans Jatim. Bus tersebut berangkat dari Porong, Sidoarjo, lalu melewati Kota Surabaya dan menuju ke Gresik dan sebaliknya. Rencananya, bus milik Pemprov Jatim itu mulai beroperasi pada 19 Agustus mendatang.
Selasa (2/8) kemarin, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Nyono melakukan koordinasi menjelang pengoperasian Trans Jatim. Dalam kesempatan itu, Nyono menjelaskan, halte di Sidoarjo sudah siap.
Total ada 17 halte di Sidoarjo yang akan dilewati Trans Jatim. Sebelumnya, halte tersebut diperbaiki karena lama tidak digunakan. ”Pembangunan dan pemeliharaan halte sudah selesai pada akhir Juli,” ujar Nyono.
Rencananya, ada 22 bus medium yang siap beroperasi. Perinciannya, 20 bus beroperasi harian dan 2 bus cadangan. Jam operasional dimulai pukul 05.00 sampai pukul 21.00. Saat jam padat pada pagi dan sore hari, bus bakal berangkat setiap 15 menit. Saat siang, bus berangkat 30 menit sekali.
Jarak yang ditempuh rute Sidoarjo–Gresik sepanjang 71 kilometer, sedangkan sebaliknya sepanjang 74 kilometer dengan waktu tempuh 2 jam 15 menit.
Tarif jarak jauh maupun dekat sama. Yakni, Rp 5.000 untuk umum dan Rp 2.500 untuk siswa maupun santri. Lebih murah daripada angkutan umum. Menurut perhitungan Dishub Jatim, tarif angkutan umum Sidoarjo–Gresik rata-rata mencapai Rp 22 ribu sampai Rp 25 ribu.
Rute yang dilalui tak beda dengan rute bus Trans Sidoarjo sebelumnya. Namun, Nyono menyatakan, rute tersebut bisa berubah nanti. Jadi, zona yang berkembang atau yang ramai nanti bisa dilayani. ”Mungkin bisa lewat Transmart atau yang lain, tapi tahap pertama ini lewat yang sudah ada dulu,” katanya. Harapannya, beroperasinya bus baru itu bisa menekan kemacetan.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menekankan, transportasi itu idealnya lebih murah daripada kendaraan pribadi. Namun, ada kultur yang harus diselesaikan. Yaitu, membuat warga bisa memilih transportasi umum. Sebab, warga biasanya lebih memilih mengendarai motor.
”Kultur ini memang butuh waktu. Yang terpenting sekarang, kolaborasinya, jaringannya dipetakan, mana yang harus diperbaiki,” jelasnya. Dengan begitu, layanan transportasi bisa optimal.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
