
Photo
JawaPos.com- Ajang sepak bola Piala Dunia U-20 bakal digelar di metropolis. Sejumlah lapangan telah dipersiapkan untuk agenda dua tahunan itu. Salah satunya, persiapan di Lapangan THOR, Kecamatan Wonokromo, yang akan menjadi tempat latihan para pemain.
Kabid Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (DKKOP) Surabaya Trio Wahyu Bowo mengungkapkan, proses pengerjaan yang dilakukan sejak 2020 itu sudah mencapai 90 persen. Persiapan menyesuaikan dengan ketentuan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk ajang sepak bola internasional.
Persiapan itu melibatkan instansi internal Pemkot Surabaya dan didampingi oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Salah satunya, penanaman rumput stadion menggunakan jenis Zoysia japonica, pembenahan sistem drainase agar lapangan tak tergenang, hingga pemasangan lampu stadion dengan tingkat keterangan 800 lux. ”Itu sudah paten dari FIFA,’’ jelas dia kemarin (1/8)
Pengerjaan itu melibatkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya. Di indoor Lapangan THOR juga dilakukan pembenahan. Di antaranya, perbaikan dua ruang ganti dan pembuatan dua jacuzzi atau kolam berendam bagi para pemain.
Untuk diketahui, lapangan THOR (Tot Heil Onzer Ribbenkast) merupakan salah satu lapangan sepak bola tua yang ada di Kota Surabaya. Lapangan ini lokasinya berada di Jalan Padmosusastro Nomor 74 A.
Pemerhati sejarah sepak bola Dhion Prasetya mengatakan, lapangan THOR dahulu merupakan markas klub kesebelasan THOR. Klub THOR sendiri berdiri pada 7 September 1901. THOR memiliki kepanjangan Tot Heil Onzer Ribbenkast yang memiliki arti Demi Tulang Rusuk Kita.
“Lapangan tersebut dahulu markas klub sepak bola warga Eropa bernama THOR. Yang isinya orang-orang Belanda saja,” ujar Dhion seperti pernah lansir Jawa Pos Radar Surabaya.
Dhion menambahkan, keberadaan lapangan THOR usianya hampir sama dengan lapangan Bogowonto yang letaknya tak jauh dari lapangan THOR. “Dari dahulu lokasinya juga di situ. THOR sama Bogowonto hampir sama usianya,” bebernya.
Ia menyebutkan, sejak dahulu lapangan THOR sudah memiliki tribun. Uniknya tribun lapangan THOR hanya ada di sisi barat lapangan. “Tribunya dulu dari kayu yang usianya tua, sudah ada sejak 1920-an. Hanya ada di sisi barat,” ucapnya.
Keberadaan tribun kayu tersebut, lanjut Dhion, kini sudah tidak ada. Tribun lapangan THOR sudah direnovasi menjadi lebih modern. Bahkan di tribun sudah terpasang kursi single seat. “Sekarang tribunnya sudah bagus. Zaman saya kecil masih menjumpai tribun kayu,” kenangnya.
Menurut Dhion, lapangan THOR cukup dikenal sejak zaman kolonial. Lapangan dahulu juga dilengkapi tanah di sekeliling luar pinggirnya. “Dahulu pinggirnya berupa tanah, tanah cokelat bukan lintasan. Sekarang kan ada lintasan atletiknya,” paparnya

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
