Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 April 2022 | 19.33 WIB

Pembunuhan Mahasiswa UB Terbongkar Setelah Mobil Bagus Dijual Ziath

BUNGKAM: Saat dihadirkan di Mapolda Jatim, Ziath Ibrahim Bal Biyd selalu menundukkan wajahnya. Dia juga diam seribu bahasa saat dicecar pertanyaan. (Allex Qomarullah/Jawa Pos) - Image

BUNGKAM: Saat dihadirkan di Mapolda Jatim, Ziath Ibrahim Bal Biyd selalu menundukkan wajahnya. Dia juga diam seribu bahasa saat dicecar pertanyaan. (Allex Qomarullah/Jawa Pos)

JawaPos.com – Terkuak sudah misteri pembunuhan Bagus Prasetya Lazuardi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB). Polisi resmi menetapkan Ziath Ibrahim Bal Biyd alias ZI sebagai tersangka.

Senin, polisi juga membeberkan motif ZI, yang tak lain adalah ayah tiri dari kekasih Bagus, yang melakukan perbuatan keji itu. Selain cemburu dengan hubungan dua sejoli tersebut, ada motif ekonomi.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto menyatakan, penyidik menjerat ZI dengan pasal berlapis. ’’Sebab, selain membunuh, dia mengambil barang dan uang korban,’’ katanya dalam press release di Gedung Bidhumas Polda Jatim kemarin (18/4).

Dalam agenda tersebut, polisi juga menghadirkan ZI. Saat itu tersangka yang sudah mengenakan baju tahanan terlihat terus berusaha menundukkan kepalanya. Dia juga hanya diam saat dicecar pertanyaan wartawan.

Wadireskrimum Polda Jatim AKBP Ronald Ardiyanto Pasaribu memaparkan, petunjuk untuk mengungkap kasus itu berasal dari kabar adanya penjualan mobil tanpa pelat nopol dan surat-surat. Jenisnya sama dengan kendaraan korban yang dilaporkan hilang. Yakni, Toyota Innova. Diketahui, penjualnya adalah ZI.

Dari situlah, penelusuran berlanjut. Berbagai fakta terungkap. Mulai tersangka yang sering meminta uang kepada Bagus hingga terkuaknya motif asmara. ZI diam-diam suka dengan anak tirinya sendiri. ’’Rasa sayangnya bukan seperti orang tua ke anak, melainkan lawan jenis,’’ jelasnya.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi Kamis (7/4) sekitar pukul 22.00. Pelaku memanfaatkan kedatangan korban saat mengantar pacarnya pulang. ZI buru-buru keluar rumah.

’’Tersangka kemudian menelepon korban. Diajak ketemuan di Singosari. Dengan alasan ingin mengajak korban ke toko oleh-oleh,” imbuh Kasubdit Jatanras Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono.

Mereka pun bertemu di pinggir jalan. Keduanya lantas melaju ke Perumahan Bumi Mandoroko Raya, Singosari. Di jalanan yang sepi, tersangka menyerang korban. Tak ada perlawanan. Sebab, ZI mengeluarkan pistol mainan untuk mengancam. Aksi itu berlanjut. ZI mencekik Bagus. Juga, menekan dadanya dengan lutut. ’’Korban akhirnya meninggal,’’ ujarnya.

ZI tidak langsung membuang jasad korban malam itu, tetapi baru keesokan harinya. ’’Mobil dikemudikan ke arah Prigen. Hingga di Purwodadi, tersangka melihat lahan kosong di pinggir jalan,’’ ujar polisi dengan dua melati di pundak itu.

Dalam penyidikan, ujar Lintar, juga ditemukan fakta lain. ZI sempat memindahkan saldo di rekening korban ke rekeningnya. Nilainya mencapai Rp 3,4 juta.

Sebagaimana diberitakan, jenazah korban sebelumnya ditemukan Selasa (12/4). Lokasinya di semak belukar pinggir jalan. Melalui proses otopsi, polisi memastikan kematiannya karena dibunuh.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore