
Pengunjung di Street Food Genteng Besar. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya akan menyulap Jalan Genteng Besar menjadi pusat street food. Rencana itu mulai dilakukan pada Minggu (10/4).
”Kawasan Genteng Besar disulap menjadi Genteng Walk. Jadi pusat street food di Kota Surabaya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Wiwiek Widayati ketika ditemui di Pasar Genteng Surabaya, Minggu (10/4).
Minggu (10/4), Pemkot Surabaya menggelar car free day jelang Maghrib yang pertama kali. Kegiatan itu digunakan sebagai trial atau percobaan.
”Street food ini akan diisi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kampung-kampung lama di sekitar Jalan Tunjungan. Di antaranya adalah Kampung Ketandan, Kampung Kebangsren, dan Kampung Genteng Candirejo,” papar Wiwiek.
Jalan Genteng Besar dipilih menjadi pusat street food karena banyak toko oleh-oleh di sekitarnya. Kemudian, letaknya juga berdampingan dengan Jalan Tunjungan.
”Selaras dengan semangat dan program Tunjungan Romansa. Warga bisa berjalan-jalan di Jalan Tunjungan dan membeli oleh-oleh atau menikmati kudapan di Jalan Genteng,” terang Wiwiek.
Surabaya, lanjut Wiwiek, telah memiliki beberapa street food. Namun belum ada yang berada di pusat kota.
”Memang sudah ada di beberapa tempat. Tapi kami ingin tambahkan fasilitas lagi supaya lebih banyak warga yang terdampak dan ekonomi Surabaya makin membaik,” ujar Wiwiek.
Pada hari pertama percobaan penyelenggaraan street food, beberapa hal akan menjadi evaluasi bersama. Di antaranya adalah antusiasme pengunjung serta jalur keluar-masuk.
”Ini kan car free day jelang maghrib pertama. Pak Wali (Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi) berpesan supaya CFD ini sebagai momen kebangkitan pelaku ekonomi, utamanya UMKM. Jadi banyak hal yang akan dievaluasi hari ini,” ucap Wiwiek.
Berdasar pantauan JawaPos.com, pengunjung baru memadati jalanan pada pukul 16.30 WIB. Puluhan UMKM telah dibuka sejak pukul 15.00 WIB.
Lilis, 53, salah satu pelaku UMKM asal Kampung Ketandan membawa 10 produk makanan dan minuman. Produk-produk itu merupakan kerja sama dengan beberapa ibu rumah tangga (IRT) di Kampung Ketandan Surabaya.
”Hari ini (10/4) kami bawa salad, susu, es jeruk nipis, es garbis, nasi biryani, dan beberapa jenis takjil. Kami dikabari kalau hari ini akan diberi fasilitas lapak. UMKM Kampung Ketandan langsung siap-siap,” tutur Lilis.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
