
Pejalan kaki melintas di bawah guyuran hujan di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (9/1/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) akan diterpa hujan sedang hin
JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, pawang hujan tidak menghentikan hujan di Sirkuit Mandalika. Hujan telah diprediksi akan terjadi pada Sabtu (19/3) hingga Minggu (20/3) di Sirkuit Mandalika.
I Putu Sumiana, koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Zainuddin Abdul Madjid, Lombok mengatakan, pihaknya sudah memprediksi pada Sabtu hingga Minggu (20/3), hujan akan turun. ”Dari analisis pada 15 Maret, kami sudah memprediksi bahwa hujan akan turun pada 18–20 Maret. Kami membuat prakiraan cuaca selama 3 hari dan tiap 3 jam sekali,” kata Sumiana ketika dihubungi pada Selasa (22/3).
Akurasi analisis itu berada di angka 83,3 persen. Dia mengakui, akurasi tidak bisa 100 persen. ”Akurasi kita 83,3 persen ini memang sudah baik. Karena tidak ada prediksi yang akurasinya 100 persen. Kesempurnaan milik Tuhan. Kalau akurasinya di atas 75 persen itu sudah baik,” ujar Putu Sumiana.
Bahkan, akurasi prediksi cuaca pada Minggu (20/3) sampai 100 persen. Prediksi itu mengatakan bahwa pada saat kompetisi berlangsung hujan akan turun.
”Tanggal 20 (Minggu) itu memang hujan. Jadi pas dengan prediksi kita. Termasuk hujan saat event berlangsung,” ucap Putu Sumiana.
Disinggung soal peran pawang hujan, Sumiana mengatakan, pihaknya tidak bisa mengatakan apakah pawang hujan sungguh-sungguh bisa membuat hujan berhenti ataupun datang. Sebab, belum ada teknologi ataupun ilmu yang membuktikan hal tersebut.
”Ini kepercayaan masyarakat. Kami, BMKG hanya bisa melakukan prediksi cuaca berdasar ilmu pengetahuan,” terang Putu Sumiana.
Sementara itu, Ady Hermanto, Koordinator Prakirawan BMKG Tanjung Perak mengatakan, BMKG memiliki teknologi untuk modifikasi cuaca. Meski tidak 100 persen akurat, teknologi itu disebut menjadi ikhtiar atau usaha.
”Teknologi modifikasi cuaca (TMC) ini memungkinkan untuk membuat awan di wilyaha tertentu. Jadi melakukan penyebaran garam di area yang ingin ditumbuhkan awan. Jadi akan terjadi inti-inti kondensasi yang membuat awan berkumpul. Kalau menurut orang awam, awannya dialihkan gitu ya,” tutur Ady.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022