Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Oktober 2021 | 17.06 WIB

Kondisi Fisik Sehat, Satu Siswa SMP di Sidoarjo Terkonfirmasi Positif

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Pemeriksaan swab antigen secara acak terhadap siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di Sidoarjo masih berlanjut. Kamis (30/9) giliran siswa SMP yang menjadi sasaran. Dari sebanyak 152 siswa di tiga sekolah pada tiga kecamatan berbeda, ditemukan seorang siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sisanya, 151 siswa, dinyatakan negative.

Siswa yang positif terpapar Covid-19 itu menempuh pendidikan di Kecamatan Sidoarjo. Saat petugas Puskesmas Urangagung mengambil sampel, sebetulnya siswa tidak menunjukkan ada gejala sakit. Fisiknya sehat seperti siswa lainnya. Selain itu, juga tidak ada keluhan yang mengindikasikan masalah kesehatan.

”Yang reaktif (positif, Red) sementara diistirahatkan di rumah. Karena tidak ada gejala, PTM pun tetap dapat dilanjutkan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.

Terlebih, para siswa yang kontak erat dengan siswa positif tersebut sudah menjalani uji usap. Hasilnya, mereka semua dinyatakan negatif. Artinya, tidak ada siswa lain yang terpapar virus.  Syaf menyatakan, temuan satu kasus itu tidak memengaruhi PTM. Kegiatan yang sudah dijadwalkan untuk siswa tetap dilanjutkan. ”Jika ada temuan dari hasil rapid atau swab antigen (positif) yang mencapai lima siswa, PTM harus dihentikan sementara agar para siswa isolasi terlebih dahulu,” jelas Syaf.

Selain itu, dinkes tetap melakukan tracing terhadap lingkungan. Terutama keluarga siswa yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut. Mereka juga akan dilacak dan di-swab guna memastikan kondisi. Dia berharap, tidak ada anggota keluarga yang terpapar. Dengan demikian, mereka semua dapat beraktivitas seperti sediakala. Siswa pun bisa segera kembali masuk ke sekolah saat telah tuntas menjalani isolasi.

Swab antigen acak di Sidoarjo menyasar 26 sekolah. Mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Termasuk sekolah madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Mereka juga mendapat kuota untuk ikut swab antigen seperti sekolah lain. ”Hari ini (kemarin, Red) pemeriksaan dilakukan Puskesmas Urangagung, Puskesmas Candi, dan Puskesmas Sukodono. Masing-masing satu sekolah di wilayah kerja puskesmas tersebut,” papar Syaf.

Hari ini (1/10) giliran sampel swab antigen siswa jenjang SMA diambil. Ke depan, bukan hanya siswa di 26 sekolah tersebut yang menjalani tes swab antigen. Petugas juga bakal melaksanakan pemeriksaan serupa untuk para siswa. Tujuannya, sebagai antisipasi sejak dini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sidoarjo dr M. Atho’illah menuturkan, siswa dengan hasil swab antigen positif itu akan terus mendapat perhatian. Kondisinya dipantau tenaga kesehatan dari puskesmas. Kontak erat bakal di-tracing. ”Bagi siswa yang cek swab antigen sendiri atau mandiri dan tidak masuk sistem NAR, mohon hasilnya juga dilaporkan kepada puskesmas terdekat untuk memudahkan proses tracing,” tuturnya.

 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore