Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 September 2021 | 18.26 WIB

Mayoritas Sudah Zona Hijau, Kampung Tangguh di Surabaya Tetap Aktif

SIAGA LAGI: Petugas Satgas Covid-19 Kampung Tangguh RW 2 Sidotopo, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, memeriksa suhu badan warga yang akan memasuki kampung dan menyemprotkan disinfektan di gerbang masuk kampung, Sabtu (5/2). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

SIAGA LAGI: Petugas Satgas Covid-19 Kampung Tangguh RW 2 Sidotopo, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, memeriksa suhu badan warga yang akan memasuki kampung dan menyemprotkan disinfektan di gerbang masuk kampung, Sabtu (5/2). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawPos.com– Persebaran Covid-19 di Surabaya kian melandai. Saat ini mayoritas RT/RW telah berstatus zona hijau atau level 1. Selain pemerintah, TNI, dan Polri, seluruh pengurus kampung juga berperan penting dalam keberhasilan tersebut.

Kampung Tangguh RW IV, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, misalnya. Pada Juni–Juli, lonjakan kasus menerpa wilayah tersebut. Sekitar 12 warga terpapar Covid-19. Dua warga di antaranya meninggal karena memiliki penyakit bawaan dan sudah tua.

Kegiatan kampung tangguh kembali dimaksimalkan. Penyemprotan disinfektan di setiap rumah rutin dilakukan setiap hari. Begitu juga pemberlakuan jam malam. Jika tidak ada keperluan yang mendesak, di atas pukul 20.00, seluruh warga dilarang beraktivitas di luar rumah. Kemudian, semua kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan seperti rapat tatap muka, senam, dan kegiatan karang taruna dihentikan sementara.

”Agar lebih mudah mengawasi mobilitas warga, one gate system berjalan 24 jam. Dan, di atas jam 8 malam, orang luar RW IV dilarang masuk,” ujar Ketua Kampung Tangguh RW IV, Kelurahan Sidotopo, Semampir, Biasworo Adisuyanto kemarin (9/9).

Kerja keras menuai hasil manis. Seiring dengan berjalannya waktu, persebaran Covid-19 dapat dikendalikan. Dan, saat ini lingkungannya memasuki zona hijau alias nol kasus. Namun, pihaknya tidak mau terlena dengan keadaan. Kegiatan kampung tangguh tetap berjalan.

Masih ada beberapa wilayah di Surabaya Utara yang berstatus level 2 atau zona kuning. Salah satunya, Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan. Lima kasus Covid-19 aktif ditemukan di wilayah tersebut.

Camat Krembangan Agus Tjahyono menuturkan, upaya penurunan kasus terus dilakukan. Misalnya, menerapkan 3T (testing, tracing, treatment). Lalu, menginstruksikan seluruh warga untuk disiplin prokes dan menggencarkan vaksinasi.

”Selain Kelurahan Krembangan Selatan, empat kelurahan lainnya seperti Kelurahan Morokrembangan, Dupak, Perak Barat, dan Kemayoran berstatus zona hijau,” papar Agus.

Saat ini terdapat 11 kasus Covid-19 di wilayah Kecamatan Krembangan. Mereka tengah menjalani pengobatan di rumah sakit. Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan, beragam upaya dilakukan. Salah satunya, terus mengaktifkan seluruh kampung tangguh yang tersebar di 44 titik. Juga menggencarkan operasi yustisi di permukiman warga dan area publik. Misalnya, pasar, jalan raya, dan sentra wisata kuliner.

Ketua LPMK Krembangan Selatan Suwardi sangat concern terhadap penanganan Covid-19. Pihaknya tidak hanya terlibat menekan persebaran virus, tetapi juga memperhatikan kondisi ekonomi warga. Khususnya warga yang terdampak pandemi. Pihaknya menyalurkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah serta menggandeng para donatur dan perusahaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial.

”Beberapa perusahaan kami gandeng. Walau jumlah bantuan tidak menentu, minimal bisa meringankan beban mereka. Lalu, saat ini kami juga berusaha memasukkan pelaku UMKM di Krembangan Selatan untuk bisa berjualan di SWK,” katanya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore