
AGAR IMUN: Seorang siswi SMP Kristen Gloria 1 mendapat suntikan vaksin Covid-19. Selain mempersiapkan kelengkapan prokes dan PTM, vaksinasi siswa dan guru dikebut untuk realisasi PTM. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pernyataan Presiden Joko Widodo kian melecut semangat sekolah dalam menyiapkan diri menggelar sekolah tatap muka. Presiden setuju pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas bisa digelar setelah siswa divaksin Covid-19. PTM bisa dilaksanakan karena surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang mengatur hal itu sudah keluar. Surat yang dimaksud adalah SKB Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, serta Menteri Dalam Negeri Nomor 384/2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.
Di Surabaya, harapan untuk bisa menggelar PTM di sekolah tak pernah surut. Berbagai satuan pendidikan terus menyiapkan diri. Sarana-prasarana yang mendukung pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) secara ketat disiapkan sebaik-baiknya. Sehingga jika nanti sekolah diizinkan buka, mereka sudah siap.
Wakil Kepala SMPN 3 Surabaya M. Lutfi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan prokes yang paling ideal. Berbagai celah yang diduga bisa menimbulkan penularan Covid-19 di area sekolah sudah dicegah. ”Jangankan kegiatan belajar-mengajar, hal-hal kecil dan sepele pun kami perhatikan,” tegasnya Jumat (21/8).
Siswa yang ke toilet, misalnya, dijaga sangat ketat. Mereka akan dikawal satgas Covid-19 internal sekolah. Mulai saat masuk toilet, yang membukakan pintu adalah satgas. Pun ketika keluar dari area kamar kecil. Satgas internal sekolah yang dilengkapi sarung tangan dan APD lengkap akan siaga membukakan pintu. ”Mungkin kelihatan berlebihan. Tapi, ini standar paling ideal untuk mencegah penularan virus,” tutur Lutfi.
Di ruang kelas juga demikian. Yang boleh masuk ruang kelas kali pertama adalah guru. Maka guru pun harus stand by di dalam kelas sepuluh menit sebelum anak-anak masuk ruang kelas. Cara itu dilakukan untuk memastikan tidak ada kerumunan dan kontak fisik antarsiswa di dalam kelas. Saat pulang juga begitu. Guru harus menjadi yang terakhir meninggalkan ruang kelas. ”Guru harus memastikan tidak ada kerumunan,” imbuhnya.
Upaya lain juga dilakukan, yaitu menggencarkan vaksinasi siswa untuk menciptakan kekebalan bagi siswa. Dari 1.007 peserta didik, sedikitnya 50 persen sudah disuntik vaksin. Memang ada yang belum divaksin karena belum memenuhi syarat. Misalnya karena sakit sehingga tidak memungkinkan untuk disuntik.
Ada juga sebagian siswa kelas VII yang belum genap berusia 12 tahun. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan syarat orang yang bisa divaksin minimal usia 12 tahun. Selain itu, ada anak yang tidak diizinkan orang tuanya untuk divaksin. ”Yang begini sekolah tidak bisa paksa. Mungkin ada perhatian khusus dari satgas kota (Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Red),” imbuh ketua Satgas Covid-19 SMPN 3 Surabaya tersebut.
Kepala SMPN 28 Surabaya Triworo Parnoningrum menyatakan bakal memberdayakan seluruh stakeholder sekolah. Mulai guru hingga petugas keamanan. Tugas guru bakal makin banyak. Saat PTM digelar nanti, guru-guru juga akan memantau siswa. Jika ada siswa yang berkerumun, mereka akan bertindak. ”Ini agar siswa betul-betul disiplin,” tuturnya. Fokus saat ini adalah menyiapkan lingkungan dan sarana-prasarana agar aman dari kemungkinan penularan Covid-19.
Sekolah Kristen Gloria juga menyampaikan kesiapan menggelar PTM. Kasatgas Kesehatan dan Keselamatan Sekolah Kristen Gloria Ribka Feriyana mengaku sudah lama menyiapkan sarana-prasarana untuk mendukung PTM. Peralatan prokes seperti tempat cuci tangan dan hand sanitizer tersedia dalam jumlah yang cukup. Guru dan staf juga sudah melakukan simulasi sebagai bentuk persiapan sebelum PTM berjalan. Untuk memberikan gambaran tentang proses PTM, sekolah juga membuat video simulasi untuk semua warga sekolah.
Bukan hanya itu, Ribka memastikan vaksinasi semua guru sudah dilakukan. Sebagian siswa juga sudah menjalani vaksinasi Covid-19 sebelum pembelajaran PTM dilaksanakan. ”Prinsipnya kami siap. Kami menunggu petunjuk dan instruksi lebih lanjut dari dinas pendidikan dan Satgas Covid-19 Surabaya,” imbuhnya.
Koordinator MKKS SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo menilai, melalui SOP yang dimuat sekolah, dirinya memastikan kesiapan lembaga dalam menggelar PTM. Menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan semua kebutuhan untuk menunjang pelaksanaan PTM. Mulai peralatan prokes yang paling mendasar hingga vaksinasi para guru dan tenaga kependidikan serta siswa. ”Guru (vaksinasi, Red) sudah semua. Kalau siswa mungkin sekitar 50 persen sudah divaksin,” paparnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022