
PESANAN WARGA SUMATERA: Ijazah SMA yang belum dikirim disita sebagai barang bukti. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ijazah SMA paling banyak diminati pembeli dari tersangka Bagus Prasetyo. Sebanyak 62 di antara 89 lembar ijazah yang terjual merupakan ijazah SMA. Diduga, ijazah itu dibeli sebagai syarat untuk mencari pekerjaan.
Kasubdit Siber Polda Jatim AKBP Wildan Alberd menjelaskan, komplotan tersangka sudah menjual 89 ijazah palsu sejak 2019. Ijazah itu berasal dari berbagai jenjang pendidikan. ”Kebanyakan pembeli pesan ijazah SMA,” katanya Minggu (27/6).
Menurut dia, pesanan itu didapat saat penyidik mendalami alat komunikasi kedua tersangka. Ijazah SMA yang dipalsukan berasal dari berbagai sekolah. Mayoritas lokasinya di luar Pulau Jawa.
Wildan menerangkan, pemesan ijazah palsu itu memang dari berbagai tempat. Mereka mengenal jasa pembuatan ijazah palsu tersangka dari media sosial (medsos). ”Di dunia maya kan orang dari mana saja bisa terkoneksi,” katanya.
Terlebih, lanjut dia, tersangka punya trik tersendiri saat melayani pemesan. Pembeli tidak diharuskan memberikan uang muka lebih dulu. ”Untuk meyakinkan pembelinya bahwa ijazah yang diinginkan akan dibuatkan. Bukan jasa bohongan,” ujarnya.
Wildan mengungkapkan, tersangka hanya memerlukan data diri pemesan saat mendapat order. Data itu kemudian diolah pada ijazah palsu yang didesain sendiri. Ijazah palsu yang dibuat selanjutnya dikirim dengan jasa ekspedisi ke alamat pembeli.
Nah, biaya pembuatan akan disertakan pada pengiriman itu. Apalagi, saat ini banyak jasa ekspedisi yang mempunyai fasilitas bayar di tempat. Jadi, pemesan baru bayar setelah ijazah di tangan.
Subdit Siber Polda Jatim sebelumnya membongkar praktik penjualan ijazah palsu. Dua orang ditangkap. Yakni, Bagus Prasetyo dan Mohamad Wardi. Mereka beraksi sejak 2019. Modusnya mencari peminat dengan membuat unggahan penawaran di media sosial. Mereka mengaku bisa membuatkan ijazah dari berbagai jenjang pendidikan.
Baca Juga: Direktur Selewengkan Voucher Hartono Elektronik Rp 4,4 Miliar
Harga ijazah palsu itu beragam. Bagus menjual ijazah SD Rp 500 ribu. Sementara itu, SMP (Rp 700 ribu), SMA (Rp 800 ribu), dan S-1 (Rp 2 juta). Di sisi lain, Wardi menjual lebih mahal agar mendapat untung. Dia mematok selisih harga Rp 500 ribu. Wardi mendapatkan ijazah palsu dari Bagus.
Komplotan mereka belakangan diketahui tidak hanya menjual ijazah palsu, tetapi juga dokumen lain. Di antaranya, KTP, KK, akta kelahiran, dan sertifikat pelatihan satpam.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
