
KEMBALI SEKOLAH: Simulasi pembelajaran tatap muka di SMPN 1 Surabaya Desember lalu. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)
JawaPos.com - Pimpinan DPRD Kota Surabaya meminta wali kota setempat mengkaji kembali sekolah tatap muka yang rencananya dimulai pada tahun ajaran baru pada Juli 2021 menyusul angka aktif Covid-19 di Surabaya yang meningkat.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti di Surabaya, Kamis, mengatakan, pihaknya menyarankan wali kota supaya mengundang para pakar soal perlu dan tidaknya sekolah tatap muka, atau memperkuat penyekatan dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
"Sekolah tatap muka tergantung pada kebijakan kepala daerah. Pada dasarnya sekolah tatap muka dibolehkan oleh pemerintah untuk daerah yang berstatus zona kuning atau oranye, namun tidak untuk yang berstatus zona merah. Sedangkan Surabaya saat ini berstatus zona oranye," katanya.
Reni mengingatkan jangan sampai sekolah tatap muka menimbulkan klaster sekolah, sehingga menambah angka penularan Covid-19 di Surabaya.
Selain tergantung pada kebijakan kepala daerah, lanjut dia, juga harus memperhatikan persetujuan orang tua. "Bagi siswa yang tidak mendapat izin sekolah tatap muka, harus dilayani lewat pembelajaran daring," ujarnya.
Ia menilai wali kota dalam hal ini sangat berhati-hati mengingat angka aktif Covid-19 di Surabaya meningkat dan juga per Kamis ini ruang isolasi di sejumlah rumah sakit di Surabaya sudah penuh. "Semangat wali kota melindungi warganya, begitu juga kami di DPRD juga memiliki semangat sama agar angka Covid di Surabaya bisa turun," ujarnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya menjelaskan angka positivity rate atau tingkat penularan COVID-19 di Kota Surabaya naik 9 persen dari sebelumnya usai Lebaran masih di kisaran 5 persen atau dalam posisi aman. "Ketika ada kenaikan dari 5 persen menjadi 9 persen di Surabaya, maka berarti ini merupakan alarm dan warning. Berarti harus hati-hati, saya harus warning betul harus tetap menjaga protokol kesehatan," katanya.
Menurut Eri, karena tingkat penularan naik, maka Pemkot Surabaya gerak cepat untuk terus mengantisipasinya, salah satunya dengan memasifkan kembali tes usap secara massal. (*)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
