Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Mei 2021 | 21.14 WIB

RSLI Tambah Kapasitas Tempat Tidur untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

ANTISIPATIF: RSLI Kogabwilhan berencana menambah tempat tidur untuk menghadapi lonjakan pasien. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

ANTISIPATIF: RSLI Kogabwilhan berencana menambah tempat tidur untuk menghadapi lonjakan pasien. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Libur Lebaran telah usai. Untuk mengidentifikasi persebaran virus korona, rapid test antigen secara massal digencarkan Pemkot Surabaya. Sambil menunggu hasil, beberapa persiapan dilakukan Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI).

Penanggung jawab RSLI Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 belum terjadi. Terpantau grafik kenaikan pasien Covid-19 masih melandai. Hanya 44 pasien. Sebanyak 40 pasien di antaranya berasal dari pekerja migran Indonesia (PMI) Jawa Timur.

Mereka baru saja pulang dari luar negeri. Di antaranya, Malaysia, Singapura, Tiongkok, Brunei Darussalam, Belanda, dan Jepang. Mereka dirawat di ruangan khusus. Tidak dicampur dengan pasien lokal.

Melihat situasi yang terjadi, Nalendra berharap libur Lebaran tidak menimbulkan lonjakan kasus Covid-19. Meski begitu, jika lonjakan kasus terjadi, Nalendra menegaskan telah siap menghadapinya. Saat ini beberapa persiapan tengah dilakukan. Mulai penambahan tempat tidur, peralatan medis, hingga tenaga kesehatan (nakes).

”Lebih dari 450 tempat tidur kami siapkan. Dan, jumlahnya bisa terus ditambah. Sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” kata dr Nalendra. Luas area RSLI membuat daya tampung bisa lebih dimaksimalkan. Yaitu, mencapai 2.000 pasien. Tinggal bagaimana jumlah tempat tidur yang tersedia.

Penambahan fasilitas harus disertai dengan penambahan tenaga kesehatan. Sebab, idealnya satu pasien ditangani satu nakes. Dengan begitu, penanganan bisa lebih maksimal.

Ketua Pendampingan Pasien RSLI Radian Jadid mengatakan, notifikasi kasus Covid-19 mulai diketahui 14 hari ke depan. Sebab, pemeriksaan baru dilakukan sekarang. Meski tidak berharap ada lonjakan kasus, melihat situasi yang terjadi sepertinya sulit.

Banyak warga yang tetap nekat pulang kampung atau berwisata ke luar kota. Kondisi tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan. Lonjakan kasus rentan terjadi. Seperti halnya pada November 2020 dan Februari, libur panjang membuat angka kasus baru di RSLI naik hingga 300 persen.

Baca Juga: Kongsi Pecah, Bisnis MLM Macet, Modal Rp 3,5 M Hilang

Selain tempat tidur, beberapa penambahan fasilitas medis tengah diajukan ke Pemprov Jawa Timur. Pembaruan mesin PCR, misalnya. Saat ini PCR masih berkualitas 3D. Pihaknya mengajukan kualitasnya dinaikkan menjadi 4D.

”Mesin PCR harus di-upgrade untuk mengantisipasi adanya varian baru,” ujarnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore