alexametrics

Kongsi Pecah, Bisnis MLM Macet, Modal Rp 3,5 M Hilang

16 Mei 2021, 11:24:59 WIB

Indra Tantomo dan George Harijanto mendirikan bisnis multilevel marketing (MLM). Modalnya Rp 4 miliar, hasil utang koperasi dengan agunan tanah milik George. Bisnisnya macet, kongsi mereka pecah. Modal dan agunan tak kembali.

INDRA Tantomo mengajak George Harijanto berbisnis multilevel marketing (MLM) M101. George sempat menolak karena tidak punya uang. Indra meyakinkan dapat mencarikan dana talangan apabila George bersedia berkongsi dengannya.

Pada 2018, Indra mengajak George menemui Kadiono Gunawan di Jalan Darmo Indah Timur untuk utang Rp 8 miliar. Indra juga masih berutang kepada Kadiono dan belum lunas.

”Awalnya dia (Indra, Red) butuh dana dengan menunjukkan proposal bisnis MLM dengan Pak George,” kata Andi Gunawan, anak Kadiono yang juga ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Putra Mandiri, saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Indra meyakinkan masih punya aset perusahaan di kawasan MERR. Dia juga mengaku punya mobil Nissan Elgrand. Kadiono dan Andi sempat diajak ke perusahaannya di Rungkut untuk meyakinkan. Berdasar pengamatannya, perusahaan itu masih aktif sehingga permohonan dana talangan layak dipertimbangkan.

Kadiono bisa memberikan utang. Namun, koperasi simpan pinjam (KSP) Putra Mandiri Jawa Timur miliknya hanya mampu meminjami Rp 4 miliar. Itu pun harus ada jaminan yang diagunkan. Kadiono juga masih ragu karena Indra punya utang yang belum lunas. Indra meminta George menyerahkan sertifikat hak milik (SHM) tanah seluas 1.100 meter persegi di Siwalankerto. ”Nilai asetnya dibilang Rp 8 miliar,” ujar Andi.

Mereka membuat perjanjian utang di hadapan notaris. Andi sempat meminta komitmen Indra dan George untuk melunasi utang itu sebelum memberikan dana talangan. ”Pak Indra mengatakan uang yang dipinjam akan dia putar di bisnis MLM. Dia juga kasih lima cek bank,” katanya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c12/eko

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads