Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Mei 2021 | 04.48 WIB

Khofifah Jenguk Anak dari ART Diduga Korban Penganiayaan Majikan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk AP, anak asisten rumah tangga (ART) berinisial EAS, diduga korban penganiayaan majikan, di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Jatim di Sidoarjo, Jatim, Minggu (9/5). Indra/Antara - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk AP, anak asisten rumah tangga (ART) berinisial EAS, diduga korban penganiayaan majikan, di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Jatim di Sidoarjo, Jatim, Minggu (9/5). Indra/Antara

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk AP, 10, di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Jatim di Sidoarjo, Minggu (9/5). AP merupakan anak dari asisten rumah tangga (ART) berinisial EAS, 45, yang diduga merupakan korban penganiayaan majikannya.

”Saya minta kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk memantau secara langsung ART yang diduga mengalami penyiksaan,” kata Khofifah usai menjenguk AP seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, saat ini EAS masih menjalani pemeriksaan dan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur dan proses penyembuhan. ”Karena di tubuh ART tersebut banyak ditemukan bekas luka baik itu di tangan kaki dan punggung,” ujar Khofifah.

Selain memberi bantuan kepada orang tuanya, lanjut dia, pemerintah juga memberikan bantuan kepada anaknya di tempat perlindungan dan pelayanan sosial itu. ”Karena anaknya yang usia 10 tahun tersebut, jangan-jangan trauma karena ada dugaan penyiksaan tersebut di depan mata anak itu,” terang Khofifah.

Khofifah menjelaskan, semua butuh konseling supaya tidak ada trauma yang tidak diinginkan bagi si anak. ”Bahkan, kami juga memberikan boneka warna pink sesuai dengan permintaan anak. Karena saat kami tanya ingin boneka warna pink, dan juga ingin segera bersekolah,” tutur Khofifah.

Dia menambahkan, akan memberikan pendampingan oleh psikolog termasuk memberikan buku bacaan kepada si anak tersebut, karena sudah pandai membaca. ”Kami berikan pendampingan sebaik mungkin supaya semua bisa berjalan baik, dan proses belajar mengajar bisa segera dilakukan pada tahun ajaran baru,” kata Khofifah.

Sebelumnya, EAS diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan majikannya. Saat ini, korban mendapatkan perawatan secara intensif. Majikan sempat membawa korban ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponos) Keputih, Jawa Timur, dengan alasan EAS mengalami gangguan jiwa.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore