
BEREBUT MUDIK AWAL: Calon penumpang maskapai penerbangan domestik mengantre untuk menjalani pemeriksaan tiket sebelum masuk ke ruang tunggu di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Rabu (5/5). Pemerintah mewanti-wanti agar tidak mudik untuk menghindari
JawaPos.com - Mulai hari ini (6/5) Bandara Juanda membatasi jam operasional. Yakni, hanya beroperasi selama 12 jam. Ruang tunggu penumpang juga dibatasi. Termasuk mendirikan posko pemantauan pergerakan penumpang. Langkah itu dilakukan sebagai upaya mendukung pemerintah terkait larangan mudik Lebaran.
Bandara Juanda semula beroperasi selama 14 jam. Yaitu, mulai pukul 06.00 hingga 20.00. Dalam aturan larangan mudik Lebaran, mulai hari ini Juanda beroperasi hingga pukul 18.00. Jadwal tersebut rencananya kembali normal pada 18 Mei mendatang. Tepatnya, setelah libur Lebaran berakhir.
General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Kicky Salvachdie mengatakan, pihak maskapai mengambil langkah sama. Yakni, mengurangi frekuensi penerbangan hingga tidak beroperasi sementara (no ops) di rute tertentu. Meski mayoritas maskapai tidak mengoperasikan penerbangan regulernya, Bandara Juanda tetap melayani penerbangan kargo.
Selain itu, Bandara Juanda mengoptimalkan penggunaan ruang tunggu. Karena penerbangan pada periode larangan mudik sangat terbatas, ruang tunggu yang diaktifkan pun hanya tiga unit. Sebelum masa peniadaan mudik Lebaran, pihak bandara mengoperasikan 10 boarding gate dan 47 check-in counter dengan rata-rata melayani 15 ribu penumpang serta 150 pergerakan pesawat.
Kicky menuturkan, menjelang peniadaan mudik, terjadi peningkatan pergerakan penumpang yang didominasi kedatangan. Tepatnya, sejak Jumat (30/4). Pada hari itu terdapat 25.076 penumpang. Rute terbanyak didominasi tujuan Jakarta, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, dan Denpasar.
’’Peningkatan penumpang juga imbas kedatangan pegawai migran Indonesia (PMI),’’ terangnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armudji melakukan sidak arus mudik kemarin pagi (5/5). Tempat keberangkatan pemudik yang dipantau adalah Stasiun Gubeng dan Terminal Purabaya. Dua lokasi itu pun dipenuhi para pemudik yang hendak pulang ke daerah masing-masing.
Baca Juga: Cari Aman, KPK Lempar Nasib 75 Pegawainya ke Kemen PANRB dan BKN
Cak Ji –sapaan karib Armudji– mengatakan, dalam sehari kemarin tidak kurang dari 7 ribu pemudik meninggalkan Kota Pahlawan. Mereka pulang ke daerah masing-masing dengan bus dan kereta api. Itu belum termasuk yang berangkat melalui Bandara Juanda. ’’Hari ini (kemarin, Red) puncaknya. Besok (hari ini, Red) tidak boleh lagi,’’ tegas Armudji.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
