Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 April 2021 | 02.37 WIB

Pemkot Surabaya Tak Tanggung Biaya Kesehatan Pasien Kategori Ini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menkes Budi Gunadi meninjau BPWS Madura. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menkes Budi Gunadi meninjau BPWS Madura. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Program Universal Health Coverage (UHC) atau berobat gratis bermodal KTP bagi warga Surabaya dimulai per Kamis (1/4). Program tersebut bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita menjelaskan, terdapat satu kategori yang tidak dapat mengikuti program itu.

”Yang tidak termasuk, misalnya yang menyakiti diri sendiri. Kayak minum cukrik (minuman keras) atau bunuh diri,” tutur  Febria Rachmanita pada Kamis (1/ 4) usai menemui pengurus Yayasan Paliatif Surabaya.

Kalau menyakiti diri sendiri, lanjut Feny, otomatis biaya kesehatannya tidak dapat ditanggung. Namun, bila warga menyakiti diri sendiri karena ada penyakit jiwa, tetap ditanggung.

”Misalnya, ada warga kena skizofrenia (salah satu jenis penyakit kesehatan mental) lalu menyakiti diri sendiri, itu tetap ditanggung,” jelas Febria Rachmanita.

Febria Rachmanita mengatakan, semua kebutuhan dan pelayanan kesehatan peserta BPJS kelas 3 ditanggung Pemkot Surabaya. Namun, tidak boleh naik ke kelas 1 atau 2 untuk mengikuti program itu.

”Begitu naik kelas, tidak tercantum sebagai peserta lagi. Tergantung dari warga, mau di kelas 3 atau bagaimana. Kelas 3 kalau kuota kamar tidak memadai bisa dititipkan di kelas 2, klaimnya tetap kelas 3 sampai ada kamar,” papar Febria Rachmanita.

Untuk anggaran, menurut Febria Rachmanita, Dinas Kesehatan Surabaya sudah menyiapkan Rp 400 miliar. ”Anggarannya kurang lebih sekitar 400-an miliar kalau kita hitung,” terang Febria Rachmanita.

Untuk mengikuti program itu, pendataan sudah dilakukan. Hingga kini, sudah 96 persen warga Surabaya yang terdata program tersebut. Sebab, program itu tidak bisa dilakukan bila pendataan masih di bawah 95 persen.

”UHC itu pasti yang sudah didata di atas 95 persen. Surabaya sekarang sudah 96,34 persen. Jadi sekitar 1 juta. Kalau di bawah 95 persen, nggak bisa,” ucap Febria Rachmanita.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Lb4nOOmT4qM

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore