
Rektor ITTS bersama Wali Kota Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Tren berolahraga pada masa pandemi terus meningkat. Hal itu membuat mahasiswa IT Telkom Surabaya (ITTS) membuat inovasi berupa masker yang dapat digunakan saat olahraga, sehingga tidak membuat kesulitan bernapas.
Masker tersebut diperkenalkan Rektor IT Telkom Surabaya Tri Arief Sardjono di halaman Balai Kota Surabaya pada Jumat (20/11).
”Masker ini berbeda dengan masker biasa. Sebab ada kotak kecil yang berisi kipas. Jadi sebelum udara sampai di masker, difilter dulu. Ada UV, karbon, dan backup filter,” papar Arief.
Nama masker tersebut adalah IT Telkom Portable Masker. Inovasi masker olahraga itu dibawakan sebanyak dua buah. Satu unit dengan selang yang agak besar sementara yang kedua tidak seberapa besar selangnya.
Selain itu, IT Telkom juga memperkenalkan teknologi bernama crane pemulasaran jenazah versi 3.0 dan ventilator command center. Arif menambahkan, teknologi itu pernah dipresentasikan kepada Wali Kota Risma beberapa waktu lalu. Sistem kerja teknologi tersebut adalah menurunkan peti jenazah ke liang lahat hanya memerlukan waktu sekitar 38 detik saja.
”Alat ini diturunkan dengan katrol dan tali yang dikendalikan remote control. Kemudian alat ketiga yaitu, ventilator command center yang berfungsi mengendalikan dan memonitor ventilator dari jarak jauh,” terang Arief.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Risma juga mengatakan, alat-alat itu agar segera diurus hak patennya. Hal itu untuk melindungi hak kekayaan intelektual dan tidak dicuri. ”Bukan apa-apa, tapi kita harus biasakan itu. Saya mengalami sendiri padahal saat penciptaan tidak segitu harganya. Hak panten ini penting untuk keberhasilan produksi masalnya,” kata Wali Kota Risma.
Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu menegaskan, selama ini bantuan yang diberikan IT Telkom cukup banyak. Mulai dari robot, chamber, swab chamber yang digunakan juga di rumah sakit, hingga tiga alat canggih yang baru saja tiba di Balai Kota Surabaya.
”Apalagi Crane Pemulasaran Jenazah ini sangat kita butuhkan karena memudahkan petugas,” papar Risma.
Dalam kesempatan itu juga, Risma menerima ransum untuk pasien Covid-19 dari PT Sampoerna dengan total 4.500 pcs. Risma menjelaskan, selama pandemi Covid-19 anggaran memberi permakanan pasien Covid-19 tidak berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
”Nah kami menerima sumbangan itu dari masyarakat dan stakeholder. Ini salah satunya PT Sampurna memberikan bantuan untuk pasien Hotel Asrama Haji,” ujar Risma.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=WiWocmUQdXA

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
