Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 November 2020 | 23.30 WIB

Jatim Jadi Provinsi Penerima Vaksin Covid-19 Sinovac Tahap Pertama

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Sesuai rencana, pemerintah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 pada akhir Desember atau awal Januari mendatang. Jika tak ada perubahan, Jatim menjadi satu di antara empat provinsi yang dipilih untuk memperoleh vaksin tahap pertama.

Hanya, sejauh ini belum diketahui berapa jatah vaksin yang bakal diperoleh. Termasuk teknis detail pendistribusiannya. Sejauh ini, Satgas Covid-19 Jatim tengah menghitung kebutuhan untuk diajukan ke pusat.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril menyatakan, ada empat provinsi yang mendapat jatah vaksin pada tahap awal. Yakni, Jatim, Sumatera Barat, Aceh, dan Sulawesi Tenggara. Rencananya, vaksin itu berasal dari Sinovac.

”Jumlahnya belum pasti. Dari prosedur yang ditetapkan, provinsi mengusulkan jumlah vaksin yang dibutuhkan. Namun, tidak semuanya akan disetujui,” katanya.

Jumlah pengajuan didasarkan pada jumlah warga yang memiliki penyakit penyerta. Data itu diambil dari BPJS Jatim. Lembaga tersebut memiliki data peserta BPJS dengan kategori penyakit penyerta tertentu. ”Yang jelas, data itu sudah terkumpul dari BPJS daerah maupun provinsi,’’ ungkap dia.

Selain itu, kata Jibril, pembagian kuota vaksin dilihat dari perkembangan kasus terkini. Saat ini kasus aktif positif Jawa Timur berada di urutan terendah kedua setelah Gorontalo. Namun, gugus tugas tetap berharap mendapat kuota vaksin yang proporsional.

Dia mengakui bahwa sebagian masyarakat menunggu vaksin Covid-19. Namun, masyarakat harus paham bahwa jumlah vaksin terbatas. Jumlah yang tidak menerima vaksin lebih besar. Potensi penularan Covid-19 masih ada.

Karena itu, saat ini penerapan standar protokol kesehatan dianggap paling efektif untuk mencegah persebaran Covid-19. ”Standar protokol tetap harus dijalankan,’’ ucapnya.

Vaksin yang akan didatangkan ke Indonesia juga tidak bisa menjadi jaminan Covid-19 musnah. Kabarnya, efektivitas vaksin belum sampai 100 persen. Artinya, potensi meleset sangat besar.

Senada, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati. ”Selagi belum ada vaksin, harus berdamai dengan Covid-19,’’ katanya.


Damai dengan Covid-19 melalui penerapan standar protokol itu. Setiap individu melindungi dirinya dari bahaya Covid-19. Perilaku tersebut juga akan melindungi orang lain dari penularan virus tersebut.

YANG PERLU DISIAPKAN SAAT VAKSIN TIBA

  • Sosialisasi dan pelatihan kepada tenaga medis dalam menggunakan vaksin

  • Pemeriksaan awal pasien yang akan divaksin

  • Pemberian vaksin

  • Pengecekan pasien secara berkala


Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=tLy_yf3Wclo

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore