Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juni 2020 | 01.48 WIB

Pelanggaran PSBB Sidoarjo Masih Marak, Sebaran Covid-19 Diklaim Turun

SANGAT LENGANG: Pintu jalan tol Sidoarjo—Waru maupun Sidoarjo—Porong terlihat sepi kemarin. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mampu menurunkan volume arus lalu lintas dan mobilitas kendaraan di Kota Delta. (Boy Slamet/Jawa Pos) - Image

SANGAT LENGANG: Pintu jalan tol Sidoarjo—Waru maupun Sidoarjo—Porong terlihat sepi kemarin. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mampu menurunkan volume arus lalu lintas dan mobilitas kendaraan di Kota Delta. (Boy Slamet/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap III bakal berakhir pada 9 Juni. Namun, masih banyak warga yang tidak mematuhi aturan. Buktinya, Selasa (2/6) tim gabungan masih menjaring 91 pelanggar. Sebagian besar tidak memakai masker.

Penindakan pengendara itu dilakukan di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan kantor dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP). Sejak pukul 09.00, seluruh pengendara dipelototi. Yang melanggar diminta menepi.

Salah satunya adalah Irwan Hidayat. Warga Desa Lebo itu hendak menuju ke Surabaya. Namun, dia lupa tidak mengenakan masker. ’’Saya taruh di tas. Lupa,’’ ucapnya sembari membongkar tas.

Berkali-kali dia mencari penutup wajah tersebut. Sayangnya, tidak ada masker. Satpol PP menindak Irwan. Setelah didata, KTP pria 30 tahun itu disita.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Yani Setyawan mengakui, jumlah pelanggar PSBB masih tinggi. Artinya, warga masih abai. ’’Tidak berupaya menjaga kesehatan dan memutus mata rantai korona,’’ katanya.

Menurut Yani, tim gabungan akan terus mengadakan razia hingga PSBB jilid III berakhir. ’’Mendekati batas waktu, kami terus menggelar razia,’’ jelasnya.

Pelanggar bakal mendapatkan sanksi tegas. Selain penyitaan KTP, ada juga hukuman sosial. Bentuknya beragam. Mulai membersihkan jalan dan taman, membantu pemakaman, hingga menjadi relawan di dapur umum.

Sementara itu, berdasar evaluasi PSBB jilid ketiga, persebaran virus korona jenis baru mulai berkurang. Tidak seperti PSBB tahap pertama dan kedua. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg Syaf Satriawarman menegaskan bahwa PSBB tahap III mulai berhasil menekan persebaran korona. Itulah yang terlihat dari data warga yang positif terpapar Covid-19. ’’Awal PSBB, ada 542 orang yang positif. Saat ini 664 orang,’’ paparnya.

Memang, jumlah warga yang terkonfirmasi tetap bertambah. Namun, peningkatannya tidak secepat di PSBB jilid I dan II. ’’Dulu per hari bertambah 18 orang. Sekarang penambahan 13 orang,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Polresta Sidoarjo mulai mengalihkan perhatian penanganan persebaran korona di wilayah Kecamatan Taman. Di Desa Wonocolo, terdapat 23 warga yang positif. Kapolresta Kombespol Sumardji menyatakan bahwa warga menjalani isolasi. Polresta akan mendirikan kampung tangguh. Seluruh kebutuhan warga dicukupi. Teknisnya sama dengan Desa Waru. ’’Relawan dibentuk. Kebutuhan dicukupi. Pengawasan diperketat. Semoga warga cepat sembuh,’’ tegas pria asal Nganjuk tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=DET88rHiH6Q

https://www.youtube.com/watch?v=RsR1NEdmCys

https://www.youtube.com/watch?v=2ugalnMRAas

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore