
Jalan Darmo di Kota Surabaya ditutup dalam upaya mengurangi kegiatan warga guna mencegah penyebaran Covid-19. Zabur Karuru/Antara
JawaPos.com–Kualitas udara Kota Surabaya membaik seiring dengan penurunan emisi gas rumah kaca dari kegiatan transportasi selama sebagian kegiatan belajar dan bekerja dialihkan ke rumah dalam upaya meminimalkan risiko penularan Covid-19. Penurunan kegiatan perdagangan barang dan jasa serta pengurangan kegiatan warga di luar rumah membuat jumlah kendaraan bermotor yang melaju di jalanan menyusut sehingga indeks standar pencemar udara (ISPU) pun menurun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Agus Eko Supiadi menjelaskan, alat pengukur kualitas udara yang dipasang di kawasan perempatan Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya menunjukkan ISPU berada di angka 48 atau dalam kategori baik. Sebelum pemerintah mengalihkan sebagian kegiatan belajar dan bekerja ke rumah untuk meminimalkan risiko penularan virus korona, ISPU Kota Surabaya biasanya rata-rata berada di angka 57 atau berada di level sedang.
Seiring dengan penerapan kebijakan belajar dan bekerja di rumah untuk mengendalikan penularan virus, menurut dia, ISPU Kota Surabaya menurun hingga di bawah angka 50. ”Yang jelas udaranya makin bagus. Udaranya dari pagi sampai sore lebih segar, bebas dari asap kendaraan. Apalagi kalau hujan, lebih sejuk lagi,” kata Agus Eko Supiadi seperti dilansir dari Antara di Surabaya pada Jumat (17/4).
Seorang warga Surabaya, Agus Supriyanto, berharap wabah segera berakhir dan kesadaran warga untuk ikut mengurangi polusi udara makin meningkat agar kualitas udara Kota Surabaya tetap baik.
Sebelumnya, Polda Jatim akan menutup beberapa jalan di Kota Surabaya dan menjadikan kawasan physical distancing pada pekan ini untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, jalan di Surabaya yang rencananya diubah menjadi kawasan physical distancing itu, yakni Jalan Pandegiling, Jalan Gresik, Jalan Jakarta, dan Jalan Demak. ”Di jalan-jalan itu kami akan buka tutup, karena daerah di situ perlu menjadi perhatian khusus. Penutupannya mungkin bisa Jumat, bisa pekan ini. Kami sedang sosialisasi,” ujar Luki.
Meski ditutup, kapolda menyebut ada sejumlah prioritas orang yang masih boleh lewat, seperti petugas pengirim logistik, petugas PLN, ambulans, masyarakat sekitar, hingga ojek daring yang mengirim makanan ke daerah tersebut. ”Untuk buka tutup, kami juga memberitahukan kepada masyarakat penghuni tempat tersebut. Kalau orang yang tidak jelas akan kami batasi,” tutur Luki.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Yb27raAsaf4
https://www.youtube.com/watch?v=XShQTlYp8sQ
https://www.youtube.com/watch?v=R4nV9RFCryU

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
