
MASIH MENGUNING: Aliran air Kali Jagir yang menjadi bahan baku utama PDAM. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kali Suroboyo dan Kalimas sedang kritis. Tingkat pencemarannya meningkat drastis dalam sepekan terakhir. Air PDAM se-Surabaya pun keruh dan kuning. Penyebabnya adalah limbah industri.
Manajer Humas PDAM Surabaya Bambang Eko Sakti menuding bahwa salah satu faktor pencemaran sungai adalah limbah industri. Mereka membuang limbah yang selama ini ditampung saat hujan turun sepekan lalu. ”Mohon maaf lho ya. Mungkin karena banyak pabrik yang buang limbah saat hujan kemarin,” katanya.
Sepekan belakangan ini, air keruh sampai ke pelanggan. Bahan kimia yang dibubuhkan PDAM tidak mampu menjernihkan air. Karena itu, PDAM menambah dosis bahan kimia tersebut. Pencemaran sungai tersebut memengaruhi 560 ribu pelanggan di Surabaya. Sebab, air keruh sejak berada di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karang Pilang dan Ngagel.
Ketua Komunitas Nol Sampah Hermawan Some membenarkan tudingan Bambang. Sebab, dia dan rekan-rekannya beberapa kali menemukan pelanggaran serupa di kawasan industri di sepanjang Kali Suroboyo. ”Sudah jadi rahasia umum. Setiap kali hujan, pasti semua rebutan buang limbah ke sungai,” kata dia.
Sungai memiliki kemampuan untuk menetralkan limbah-limbah itu. Masalahnya, hujan yang hadir di musim kemarau pekan lalu tak terlalu deras. Saat limbah telanjur dibuang, sungai tak mampu mengencerkan limbah tersebut.
Apakah pabrik tak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL)? Hermawan yakin hampir seluruh pabrik tersebut punya IPAL. Namun, pengolahan limbah menelan biaya tinggi. ”Pelanggaran tidak dilakukan jajaran manajemen atau direksi. Tapi, justru operatornya,” kata Wawan, panggilan akrab Hermawan.
Operator IPAL bisa mendapat untung saat air limbah dibuang langsung ke sungai. Mereka mendapat keuntungan dari mengambil biaya pengolahan. ”Misalnya, biayanya Rp 100 juta. Yang mereka kelola cuma Rp 70 juta. Sisanya dibuang ke sungai,” kata dia.
Masalahnya, sangat sulit untuk membuktikan semua itu. Pengawasan dari pemerintah juga minim. Praktik pembuangan limbah ke sungai pun masih merajalela. Efek jangka panjangnya, krisis air bisa terjadi di Surabaya. Jika saat ini PDAM sudah sulit mengolah air yang tercemar, Wawan membayangkan bagaimana kondisi sungai 10 atau 20 tahun lagi.
Wawan menambahkan, pencemaran sungai dari tahun ke tahun pun terus menurun. Diperlukan langkah masif untuk mengurangi pencemaran tersebut. ”Apalagi, Surabaya terletak di hilir sungai. Seluruh limbah menumpuk di Surabaya,” kata dia.
Kondisi air PDAM sudah mulai pulih sejak kemarin. Namun, Wawan mengingatkan bahwa pencemaran bisa terjadi sewaktu-waktu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022