
Bendera Merah berkibar setengah tiang di gedung DPRD Kota Surabaya, tanda duka cita atas meninggalnya Dominikus Adi Sutarwijono. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Berpulangnya ketua DPRD Kota Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono membuat Bendera Merah Putih berkibar setengah tiang di gedung DPRD Surabaya, Rabu (11/2) menandai duka cita atas meninggalnya mantan jurnalis itu.
Dari pantauan JawaPos.com, bendera Merah Putih di tiang utama DPRD Surabaya tampak dikabarkan setengah tiang, bendera di tiang pagar juga dikibarkan di posisi tengah sebagai tanda duka.
Selain bendera setengah tiang, halaman gedung DPRD Surabaya dipenuhi dengan belasan karangan bunga bertuliskan ucapan belasungkawa atas meninggalnya politikus PDI Perjuangan ini.
Mewakili segenap anggota, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Golkar, Arif Fathoni, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya pemimpin yang akrab disapa Awi tersebut.
“Sebagai bentuk duka cita yang mendalam (atas wafatnya Adi Sutarwijono), kami hari ini memasang bendera setengah tiang di lingkungan kantor DPRD (Surabaya),” ucapnya kepada awak media, Rabu (11/2).
Fathoni juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, jika selama kepemimpinan Awi sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya, terdapat kekurangan atau kinerja pengabdian yang kurang maksimal.
“Atas nama DPRD Kota Surabaya, kami juga memohon maaf kepada masyarakat Surabaya manakala selama kurang lebih 15 tahun mengabdi, Mas Dominikus Adhiputro Wijono ada ketidaksempurnaan dan kekurangan," imbuhnya.
Bagi Fathoni, Awi bukan hanya kolega, melainkan sosok yang ramah, mudah berbaur, dan selalu memikirkan kesejahteraan warga Surabaya.
Sudah lebih dari satu dekade, politikus dengan pemilik nama lengkap Dominikus Adi Sutarwijono malang melintang di panggung politik Surabaya. Awi lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968.
Awi menuntaskan studi sarjananya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya. Sebelum berkiprah di politik, ia lebih dulu membangun karier profesional sebagai jurnalis.
Perjalanan jurnalistik Awi diawali di Harian Surya pada 1996-2000. Ia kemudian bergabung dengan Majalah Tempo selama 1999-2003. Di tahun yang sama (2003), Awi resmi bergabung dengan PDI Perjuangan.
Bersama PDI Perjuangan, karir politik Awi cukup mentereng. Ia menjabat sebagai anggota DPRD Surabaya melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) pada 2012 untuk periode 2009-2014.
Sejak saat itu, karier politik Awi terus berkembang dan mendapat kepercayaan publik. Ia pun terpilih sebagai anggota DPRD Surabaya lagi pada Pemilu 2014, lalu kembali dipercaya pada Pemilu 2019 dan 2024.
Di internal partai, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, seperti Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya. Puncaknya Awi dipercaya menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya selama dua periode, yakni 2019 - 2024 dan 2024 - 2029.
Namun, masa jabatannya tak tuntas. Awi mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan intensif di MRCCC Siloam Hospitals, Jakarta Selatan pada Selasa (10/2) sekitar pukul 20.36 WIB.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
