ILUSTRASI Hujan lebat. (JAWAPOS)
JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, menyebut cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang, masih mengintai seluruh wilayah di Jawa Timur hingga 20 Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda, Taufiq Hermawan menjelaskan cuaca ekstrem terjadi karena sebagian besar wilayah di Jawa Timur memasuki puncak musim hujan, serta diperkuat pengaruh Monsun Asia.
"Selain itu juga adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi Jatim, suhu muka laut di Selat Madura yang hangat, serta atmosfer lokal yang labil," tuturnya, Rabu (14/1).
Taufiq menerangkan suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih tinggi, ditambah kondisi atmosfer lokal yang labil, turut mendukung terbentuknya awan konvektif yang menjadi pemicu hujan.
Oleh karena itu, BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini tentang potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur. "Waspadai potensi cuaca ekstrem yang berpotensi bencana hidrometeorologi pada periode 11 - 20 Januari 2026," imbuhnya.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, terutama di wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing.
Sebagai upaya antisipasi, masyarakat diminta rutin memantau cuaca terbaru serta peringatan dini melalui radar WOFI di situs resmi maupun kanal informasi BMKG Juanda yang diperbarui secara berkala.
“Masyarakat bisa memantau cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website, informasi peringatan dini 3 harian, serta peringatan dini setiap 2-3 jam ke depan yang dibagikan BMKG Juanda,” tukas Taufiq.
Adapun wilayah di Jawa Timur yang perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem, meliputi Kabupaten Banyuwangi, Kota Batu, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, Kota Kediri, Kabupaten Magetan, Kota Pasuruan, Kabupaten Mojokerto.
Kemudian Kabupaten Blitar, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri, Kota Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pasuruan.
Lalu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Tuban, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kota Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo.
Begitu pula di Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Gresik, Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Trenggalek, Kota Madiun, dan Kabupaten Pacitan.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
