Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Maret 2026, 01.03 WIB

Perang Iran Lawan AS-Israel Makin Memanas, Cak Imin: PMI di Timur Tengah Terus Dipantau

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menjelaskan soal pemantauan WNI di Timur Tengah, Minggu (8/3) malam. (Kemenko PM) - Image

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menjelaskan soal pemantauan WNI di Timur Tengah, Minggu (8/3) malam. (Kemenko PM)

JawaPos.com – Pemerintah Indonesia terus memantau dari dekat kondisi warga negara Indonesia (WNI). Termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tengah berada di Timur Tengah. Opsi evakuasi pun telah dibuka untuk para WNI tersebut.

Penyebabnya tidak lain adalah eskalasi perang di Timur tengah yang terus memanas, antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

PMI di Timur Tengah terus dipantau, bahkan Presiden turun tangan sendiri kemarin menginventarisasi berapa warga negara kita di Timur Tengah,” ujar Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar ditemui usai penutupan Festival Jejak Jajanan Nusantara di GBK Jakarta, Minggu malam (8/3).

Cak Imin menjelaskan. Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Terutama untuk memonitor dan mencari informasi PMI di luar negeri, khususnya Timur Tengah. Kementerian juga berkoodinasi untuk menyiapkan langkah-langkah alternatif apabila krisis terjadi.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung soal keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dia menyebut, BoP merupakan langkah-langkah diplomasi global yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto adalah untuk memaksimalkan peran Indonesia dalam memberikan bantuan ke Gaza.

Menurutnya, bantuan yang dikirim ke Gaza seringkali terpotong atau terhambat. Ada indikasi bantuan Indonesia yang masuk itu tidak sampai 30 persen dari total keseluruhan yang dikirim.

Sehingga, dirasa perlu untuk mencari “pintu-pintu” lain guna mendorong bantuan-bantuan itu bisa tepat sasaran dan bisa masuk.

“Jadi tidak hanya mengandalkan bantuan yang diterjunkan dari pesawat, tapi bisa lebih leluasa untuk masuk ke Gaza. Sehingga BoP kah, bilateral kah, multilateral kah, kunjungan Presiden ke berbagai negara adalah upaya membuka pintu seluas-luasnya untuk bantuan kita masuk ke Gaza dan Palestina pada umumnya,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, semua hal yang dilakukan Presiden dimaksudkan untuk menjaga kekuatan ekonomi nasional. Meski tidak semua bisa disampaikan secara gamblang.

“Jadi kepentingan nasional nomor satu. Nomor satu adalah kepentingan nasional, sehingga industri kita tetap jalan, ekspor kita ke Amerika tetap surplus, itu yang paling pokok,” sambungnya.

Karenanya, ia berharap, masyarakat tidak meributkan hal-hal yang sebetulnya strategis. Yang mana sangat penting bagi produksi industri, ekonomi nasional, dan untuk membantu Gaza. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore