
Lilik Arijanto Resmi Jadi Sekda Surabaya, Fokus APBD 2026 dan Pengentasan Kemiskinan. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com-Pemerintah Kota Surabaya memutuskan menunda penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pembiayaan alternatif atau utang daerah tahun 2025. Langkah ini diambil untuk menekan beban bunga pinjaman, yang otomatis mulai berjalan begitu MoU resmi diteken.
Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto, mengatakan penundaan dilakukan secara sengaja agar pembayaran bunga tak muncul terlalu cepat. “Begitu MoU ditandatangani dan dana dipakai, bunga langsung jalan. Maka dari itu, waktu penandatanganan kami geser ke akhir tahun,” jelasnya.
Meski MoU belum diteken, seluruh proyek yang dibiayai lewat skema alternatif tetap berjalan. Pemkot menggunakan pola reimburs, di mana pekerjaan dikerjakan lebih dulu dan pembayaran diganti kemudian. “Proyek tidak berhenti. Semua tetap berjalan normal,” tegas Lilik.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiar Rifai, mendukung strategi tersebut. Menurut dia, penandatanganan MoU pada Desember dapat menghemat bunga dua bulan penuh. “Kalau ditunda ke Desember, kita lewat Oktober dan November tanpa kena bunga. Itu penghematan yang signifikan,” ujarnya.
Bahtiar menegaskan bahwa secara politik DPRD sudah memberi lampu hijau terhadap pembiayaan alternatif itu. Proyek-proyek prioritas—mulai penanganan banjir, pelebaran jalan, hingga pembangunan infrastruktur—tetap dilelang lebih dulu dan pinjaman berfungsi sebagai penutup biaya.
Selain pinjaman 2025, Pemkot juga menyiapkan pembiayaan alternatif 2026 sebesar Rp1,5 triliun melalui Bank Jatim dan PT SMI. Dokumen administrasi telah siap, perda sudah disahkan, dan kini tinggal menunggu evaluasi gubernur serta proses pengajuan ke kementerian terkait.
Total pinjaman 2025 berdasarkan dokumen perencanaan Pemkot mencapai Rp452 miliar. Dana itu akan dialokasikan untuk sejumlah proyek strategis, antara lain pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) trase Raya Sememi–Simpang Romokalisari sebesar Rp42 miliar, pembebasan lahan dan pelebaran Jalan Wiyung Rp130,04 miliar, serta pembangunan diversi saluran Gunungsari dari Taman Cahaya ke Jembatan Raci senilai Rp50,18 miliar.
Selain itu, anggaran juga disiapkan untuk pemasangan PJU Rp50,29 miliar, penanganan genangan Rp179,47 miliar, serta proyek lanjutan seperti Jalan Dharmahusada–MERR dan Flyover Dolog. Menurut Bahtiar, percepatan pengerjaan sejak awal tahun bisa menghasilkan efisiensi besar. “Selisihnya bisa puluhan miliar kalau dikerjakan lebih awal,” tuturnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
