Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Oktober 2025 | 15.18 WIB

Begini Langkah Pemkot Surabaya Jika Ditemukan Bangunan Ponpes yang Tak Layak

Begini Langkah Pemkot Surabaya Jika Ditemukan Bangunan Ponpes yang Tak Layak. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Begini Langkah Pemkot Surabaya Jika Ditemukan Bangunan Ponpes yang Tak Layak. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), tengah gencar melakukan audit bangunan Pondok Pesantren di Kota Pahlawan. 

Fokusnya adalah memastikan struktur bangunan kuat dan sesuai dengan yang tercantum di Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya insiden Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, berulang.

"Ini upaya kami (Pemkot Surabaya) untuk menjaga keselamatan para santri di Kota Pahlawan,” tutur Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau bangunan Pondok Pesantren Hikmatun Najiyah, Sidosermo, Senin (27/10).

Dari hasil audit, jika bangunan pondok pesantren dinilai aman dan sesuai IMB, maka Pemkot Surabaya bersedia membantu pengurusan IMB dengan kondisi bangunan pondok pesantren. terkini. 

“Dari hasil pengecekan ahli dari ITS nanti, jika kekuatan bangunan pondok pesantren sudah sesuai, maka kami gambarkan strukturnya, kami keluarkan IMB yang baru (sesuai kondisi pesantren terkini)," imbuhnya. 

Namun sebaliknya, jika hasil pengecekan struktur ditemukan ada bagian yang tidak memenuhi standar atau kurang kuat, Pemkot Surabaya juga siap memberikan bantuan penguatan struktur.

"Jikalau ada penguatan-penguatan, maka kami juga akan membantu. Kita akan lakukan bersama-sama dengan beberapa pihak,” ujar Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu.

Terkait anggaran untuk penguatan struktur Ponpes di Kota Surabaya, Wali Kota Eri mengatakan pembiyaan akan dilakukan secara gotong-royong, bisa menggunakan APBD atau dari sumber dana lain seperti Wakaf, dengan koordinasi bersama DPRD dan Kemenag.

Eri Cahyadi menargetkan proses audit dan pengumpulan data lapangan terkait struktur bangunan pondok pesantren di Surabaya, dapat diselesaikan oleh tim ahli ITS dan Pemkot pada akhir November 2025.

Jika perbaikan dibutuhkan, Wali Kota Eri menyatakan upaya perbaikan akan dilakukan segera. Dengan audit dan pengecekan yang dilakukan, Wali Kota Eri berharap dapat menjaga keamanan para santri saat menuntut ilmu.

Sebagai informasi, melansir dari data Kementerian Agama, total ada 1.100 pondok pesantren yang beroperasi di Surabaya. Seluruhnya telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Di Surabaya, semua pondok yang terdaftar di Kemenag itu sudah ada IMB, tetapi yang lama, sehingga hari ini kita menyesuaikan, apakah IMB yang lama masih sama seperti kondisi bangunan sekarang atau tidak,” tukas Eri. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore