Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Oktober 2025 | 06.47 WIB

Perkuat Sistem Gizi Nasional, BGN Latih 700 Penjamah Pangan di Tuban

Kegiatan Bimtek yang diikuti oleh 700 penjamah pangan di Lynn Hotel, Kabupaten Tuban, Jatim. (Istimewa) - Image

Kegiatan Bimtek yang diikuti oleh 700 penjamah pangan di Lynn Hotel, Kabupaten Tuban, Jatim. (Istimewa)

JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) terus berupaya untuk memperkuat kompetensi tenaga pelaksana gizi di daerah-daerah Indonesia, demi memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar bimbingan teknis (Bimtek) untuk penjamah pangan secara serentak di 12 kabupaten dan kota, termasuk di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. 

Direktur Penyedia dan Penyaluran Wilayah II BGN, Nurjaeni mengatakan Bimtek Penjamah Makanan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut pada 11 - 12 Oktober 2025 dan diikuti oleh 700 peserta. 

"Kegiatan ini jadi langkah strategis BGN dalam memperkuat kompetensi, sekaligus memastikan seluruh proses penjamahan dan penyediaan pangan berjalan aman, higienis, dan sesuai standar nasional," tutur Nurjaeni, Rabu (15/10). 

Secara nasional, kegiatan bimbingan teknis ini diikuti 10.000 peserta yang terdiri atas kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, akuntan, serta relawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka menjadi ujung tombak pelaksanaan program MBG, mulai dari pengelolaan dapur pelayanan hingga penyaluran paket makanan bergizi kepada siswa-siswi penerima manfaat di sekolah.

“Keamanan pangan dimulai dari tangan-tangan penjamah yang kompeten. BGN memastikan seluruh unsur pelaksana SPPG memahami prinsip higienitas, sanitasi, serta pengendalian risiko pangan di setiap tahapan,” imbuhnya.

Dalam kegiatan Bimtek, BGN memberikan materi seputar kegiatan di dapur SPPG. Mulai dari prinsip dasar keamanan pangan dan higienitas, hingga penanganan bahan pangan, penyimpanan, dan distribusi aman.

"Melalui kombinasi teori dan praktik, peserta dilatih untuk mengidentifikasi risiko, melakukan tindakan pencegahan, serta menerapkan prosedur standar keamanan pangan di unit kerja masing-masing," terang Nurjaeni.

Ia berharap kegiatan Bimtek ini mampu menciptakan budaya kerja higienis dan aman, serta menurunkan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan di masyarakat, yang belakangan menjadi sorotan.

“Dengan tersertifikasinya 10.000 penjamah pangan dari unsur SPPG di 12 kabupaten/kota, kita memperkuat sistem pelayanan gizi yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan terpercaya bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore