
KPPG Surabaya mengakui ada kesalahan SOP di dapur SPPG Tembok Dukuh usai kasus keracunan massal MBG, Rabu (13/5). (Ashifatun Nurin Nadiyah/ Magang JawaPos.com)
JawaPos.com - Kasus keracunan massal usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya pada Senin (11/5) kemarin, menjadi perhatian.
Sedikitnya 210 orang yang terdiri dari siswa tingkat TK-SMP, guru, dan wali murid dilaporkan menjadi korban keracunan program MBG. Rata-rata dari mereka mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga diare.
Di tengah proses penanganan kasus tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Surabaya, Kusmayanti, mengakui adanya kesalahan penerapan SOP dalam mengolah paket MBG di SPPG tersebut.
Hal ini disampaikan dalam hearing di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Surabaya pada Rabu (13/5). Agenda ini turut dihadiri Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, SPPG, sekolah, Pemda, dan pihak-pihak terkait.
“Penerapan pada SOP yang ditentukan BGN itu sudah baik, namun di SPPG terjadi kesalahan penerapan. Di antaranya pengawas gizi tidak ada di tempat saat bahan baku datang,” tutur Kusmayanti.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
