Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Mei 2026 | 23.37 WIB

Kasus Keracunan Massal, KPPG Surabaya Akui Ada Kesalahan SOP di Dapur MBG

KPPG Surabaya mengakui ada kesalahan SOP di dapur SPPG Tembok Dukuh usai kasus keracunan massal MBG, Rabu (13/5). (Ashifatun Nurin Nadiyah/ Magang JawaPos.com) - Image

KPPG Surabaya mengakui ada kesalahan SOP di dapur SPPG Tembok Dukuh usai kasus keracunan massal MBG, Rabu (13/5). (Ashifatun Nurin Nadiyah/ Magang JawaPos.com)

JawaPos.com - Kasus keracunan massal usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya pada Senin (11/5) kemarin, menjadi perhatian.

Sedikitnya 210 orang yang terdiri dari siswa tingkat TK-SMP, guru, dan wali murid dilaporkan menjadi korban keracunan program MBG. Rata-rata dari mereka mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga diare.

Di tengah proses penanganan kasus tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Surabaya, Kusmayanti, mengakui adanya kesalahan penerapan SOP dalam mengolah paket MBG di SPPG tersebut.

Hal ini disampaikan dalam hearing di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Surabaya pada Rabu (13/5). Agenda ini turut dihadiri Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, SPPG, sekolah, Pemda, dan pihak-pihak terkait.

“Penerapan pada SOP yang ditentukan BGN itu sudah baik, namun di SPPG terjadi kesalahan penerapan. Di antaranya pengawas gizi tidak ada di tempat saat bahan baku datang,” tutur Kusmayanti.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore