Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Oktober 2025 | 06.39 WIB

Tragedi Ponpes Al Khoziny, Polda Jatim Mulai Panggil Saksi Termasuk Santri Selamat

Pasca Tragedi Ponpes Al Khoziny, Polda Jatim Mulai Panggil Saksi Termasuk Santri Selamat. (istimewa) - Image

Pasca Tragedi Ponpes Al Khoziny, Polda Jatim Mulai Panggil Saksi Termasuk Santri Selamat. (istimewa)

JawaPos.com - Tak hanya mengumpulkan barang bukti berupa beton dan tulangan dari lokasi runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Polda Jawa Timur juga memanggil saksi. 

Dari surat pemanggilan saksi yang diterima JawaPos.com, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur memanggil satu orang santri Pondok Pesantren Al Khoziny bernama Shaka Nabil Ichsani. 

"Iya, Mbak betulm, dia (Shaka) santri yang selamat (dari tragedi bangunan Ponpes Al Khoziny runtuh)," ujar penyidik Unit II Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim, AKP Edi Iskandar kepada JawaPos.com, Senin (6/10).

Ia dipanggil untuk memberikan klarifikasi terkait tragedi bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai tempat ibadah, yang tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB, saat para santri Salat Asar.

"Untuk proses tindak lanjut dari penanganan perkara tersebut, diperlukan keterangan dari saudara (Shaka) selaku saksi, diminta untuk hadir pada Jumat (3/10) pukul 13.00 WIB," tertulis dalam surat tersebut. 

Pemanggilan tersebut berdasarkan surat laporan polisi nomor: LP/A/4/IX/2025/SPKT.UNITRESKRIM/POLSEK BUDURAN POLRESTA SIDOARJO/POLDA JAWA TIMUR tanggal 29 September 2025. 

Selain itu juga Surat Perintah Penyelidikan Nomor SP. Lidik/4579/X/RES.1.2./2025/Ditreskrimsus/Polda Jatim tanggal 01 Oktober 2025. Ketika ditanya mengenai jumlah santri yang dipanggil sebagai santri, AKP Edi tak berkenan menjawab lebih lanjut. 

Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa proses penyelidikan kasus rubuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny, akan benar-benar dilakukan setelah operasi SAR selesai.

"Kami masih menunggu informasi dari Basarnas terkait pembersihan. Setelah benar-benar clear, baru lah kami akan melangkah proses penyelidikan. Pasti akan kami tindaklanjuti dengan proses penyelidikan," tukas Jules. 

Kronologi Singkat 
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. 

Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.

Hingga Senin (6/10) pukul 21.03 WIB, sebanyak 170 orang berhasil dievakuasi, dengan rincian 104 korban selamat dan 66 korban  meninggal dunia, termasuk 7 body part. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore