
Pasca Tragedi Ponpes Al Khoziny, Polda Jatim Mulai Panggil Saksi Termasuk Santri Selamat. (istimewa)
JawaPos.com - Tak hanya mengumpulkan barang bukti berupa beton dan tulangan dari lokasi runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Polda Jawa Timur juga memanggil saksi.
Dari surat pemanggilan saksi yang diterima JawaPos.com, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur memanggil satu orang santri Pondok Pesantren Al Khoziny bernama Shaka Nabil Ichsani.
"Iya, Mbak betulm, dia (Shaka) santri yang selamat (dari tragedi bangunan Ponpes Al Khoziny runtuh)," ujar penyidik Unit II Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim, AKP Edi Iskandar kepada JawaPos.com, Senin (6/10).
Ia dipanggil untuk memberikan klarifikasi terkait tragedi bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai tempat ibadah, yang tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB, saat para santri Salat Asar.
"Untuk proses tindak lanjut dari penanganan perkara tersebut, diperlukan keterangan dari saudara (Shaka) selaku saksi, diminta untuk hadir pada Jumat (3/10) pukul 13.00 WIB," tertulis dalam surat tersebut.
Pemanggilan tersebut berdasarkan surat laporan polisi nomor: LP/A/4/IX/2025/SPKT.UNITRESKRIM/POLSEK BUDURAN POLRESTA SIDOARJO/POLDA JAWA TIMUR tanggal 29 September 2025.
Selain itu juga Surat Perintah Penyelidikan Nomor SP. Lidik/4579/X/RES.1.2./2025/Ditreskrimsus/Polda Jatim tanggal 01 Oktober 2025. Ketika ditanya mengenai jumlah santri yang dipanggil sebagai santri, AKP Edi tak berkenan menjawab lebih lanjut.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa proses penyelidikan kasus rubuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny, akan benar-benar dilakukan setelah operasi SAR selesai.
"Kami masih menunggu informasi dari Basarnas terkait pembersihan. Setelah benar-benar clear, baru lah kami akan melangkah proses penyelidikan. Pasti akan kami tindaklanjuti dengan proses penyelidikan," tukas Jules.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Hingga Senin (6/10) pukul 21.03 WIB, sebanyak 170 orang berhasil dievakuasi, dengan rincian 104 korban selamat dan 66 korban meninggal dunia, termasuk 7 body part. (*)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
