
Korban Meninggal Tragedi Bangunan Ponpes di Sidoarjo Bertambah Jadi 3 Orang. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Tragedi rubuhnya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo pada Senin (29/9), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Hingga Selasa siang (30/9), jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa nahas ini bertambah menjadi 3 orang. 1 korban meninggal dievakuasi pada Senin malam, hari pertama operasi pencarian.
Pada keesokan harinya, dua orang korban lagi berhasil dievakuasi dan dilaporkan dalam keadaan meninggal dunia. Ketiganya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan medis lanjutan.
Tiga korban meninggal dunia adalah Maulana Affan Ibrahimafic, Mochammad Mashudul Haq, dan Muhammad Soleh. Mereka dilarikan ke RSUD Notopuro Sidoarjo dan RSI Siti Hajar, berikut rinciannya:
1. Maulana Affan, 15 tahun, Warga Kalianyar Kulon, Gang 9 No 5, Kelurahan Pabean, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya (RSI Siti Hajar)
2. Mochammad Mashudul Haq, 14 tahun, warga Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya. (RSUD Notopuro Sidoarjo)
3. Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung. (RSUD Notopuro Sidoarjo).
Berdasarkan pantauan awak media di RSUD Notopuro Sidoarjo, sebanyak 40 korban tragedi bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny rubuh di rawat di sana.
Rinciannya: 30 orang dipulangkan, 4 sedang menjalani perawatan, 2 kritis, dan 2 meninggal dunia. Jenazah Muhammad Soleh langsung diterbangkan ke Bangka Belitung.
Direktur RSUD Notopuro Sidoarjo, dr Atok Irawan menyampaikan, Muhammad Soleh adalah salah satu korban paling parah dalam peristiwa ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al Khoziny.
"Pasien Soleh sempat mengalami himpitan di bagian bawah tubuh hingga harus dirawat intensif sebelum akhirnya meninggal dunia saat dirujuk ke RSUD Sidoarjo," ujar Atok, Selasa, (30/9).
Soleh harus menjalani amputasi di lokasi kejadian karena kondisi luka yang sangat berat dan mempertaruhkan nyawa. Jenazah Soleh diserahkan pihak rumah sakit ke perwakilan keluarga. Kakak korban, Akhmad, mengaku baru Selasa pagi tiba di RSUD Sidoarjo.
Soleh terpaksa menjalani amputasi di lokasi karena luka parah yang mengancam nyawa. Nahas, nyawanya tetap tak tertolong. Jenazah Soleh langsung diserahkan rumah sakit kepada keluarganya.
"Tim ortopedi dan anestesi melakukan amputasi lengan kiri karena korban terjepit reruntuhan bangunan. Saya baru datang pagi ini, baru dapat info 30 menit yang lalu saudara saya meninggal," imbuhnya.
Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, Soleh adalah santri Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo dan sedang kuliah di kampus yang dikelola pesantren tersebut. Soleh adalah mahasiswa semester 5.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
