
Groundbreaking Pondok pesantren Al Khoziny diundur karena dokumen perizinan belum lengkap. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Groundbreaking pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, yang dijadwalkan pada Selada (25/11), diundur hingga waktu yang belum ditentukan.
Kabar ini dibenarkan oleh Ketua Yayasan Al Khoziny Buduran, KH. Ali Syakari. “Iya (batal), infonya diundur bulan depan, tapi belum tahu pastinya tanggal berapa,”ujarnya ketika dikonfirmasi, Selasa (25/11).
Sebagai informasi, rencana groundbreaking pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny terungkap melalui rapat koordinasi di Kantor Pertanahan Sidoarjo, pada tiga pekan yang lalu.
"Rapat ini menjadi penting karena berkaitan dengan kesiapan ground breaking oleh Presiden (Prabowo Subianto) pada 25 November 2025,” tutur Kepala Kantor Pertanahan Sidoarjo, Nursuliantoro, Senin (10/11) lalu.
Lebih lanjut, KH. Ali Syakari pihak mengatakan Pondok Pesantren Al Khoziny mendapat kabar tentang pengunduran groundbreaking dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Saya dapat info dari orang Kementerian PU. (Alasannya) ada beberapa dokumen yang kurang, masih dalam proses, termasuk izin dari LH (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum keluar," imbuhnya.
Adapun pembangunan ulang gedung Pondok Pesantren Al Khoziny rencananya dibangun di lokasi baruzm yakni Jalan Siwalanpanji II, Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo seluas 4.100 meter persegi.
Alasannya karena akses lokasi bangunan lama tidak sesuai standar keamanan, sehingga menyulitkan proses evakuasi saat terjadi bencana. Sementara di lokasi baru lebih strategis dan luas.
Kronologi Singkat Tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny
Bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/10) sekitar pukul 15.35 WIB, saat para santri sedang menunaikan Salat Asar berjamaah.
Akibatnya, sebanyak 167 santri menjadi korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny. Dari ratusan korban tersebut, 104 korban selamat dan 63 korban meninggal dunia.
Hampir dua bulan berlalu, proses hukum masih berjalan. Polda Jawa Timur belum menetapkan tersangka sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas tragedi yang merenggut puluhan nyawa. (*)

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
