Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 22.32 WIB

Lima Anak di Kebomas Gresik Diduga Ditelantarkan Orang Tua, Jual Perabotan untuk Menyambung Hidup, Salah Satunya Masih Balita

Anak-anak yang diduga ditelantarkan oleh orang tuanya di Yosowilangun, Kebomas, Kabupaten Gresik saat disambangi Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifuddin. (Galih/Jawa Pos) - Image

Anak-anak yang diduga ditelantarkan oleh orang tuanya di Yosowilangun, Kebomas, Kabupaten Gresik saat disambangi Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifuddin. (Galih/Jawa Pos)

JawaPos.com - Dua bulan belakangan, lima bersaudara di Kabupaten Gresik harus menjual perabotan untuk menyambung hidup, karena anak-anak itu diduga ditelantarkan oleh orang tuanya. 

Kelima anak itu, tiga laki-laki dan dua perempuan, tinggal di sebuah kontrakan di Desa Kembangan, Kebomas, Gresik. Yakni ES (21), AN (19), DE (13), KI (11) dan CE (3).

Dua anak yang sudah masuk usia dewasa itu kemudian dipekerjakan di Desa Yosowilangun untuk membantu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anak pertama dan kedua itu hanya lulusan SMP.

Sedangkan tiga anak lainnya dibawa ke Rumah Aman milik Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Gresik.

“Untuk sementara diberi pendampingan konseling oleh tim KBP3A. Sembari kami berkoordinasi dengan pihak sekolah,” ucap Kasi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Gresik Alvi Ariyanto.

Dua anak yang masih usia sekolah tersebut diketahui sempat mengeyam pendidikan di SD di wilayah kota.

Namun belakangan mereka putus sekolah. Sementara si bungsu belum memiliki akta kelahiran. Sehingga belum tercatat dalam kartu keluarga.

Kondisi memprihatinkan lima bersaudara itu terjadi sejak sang ayah, AL meninggal dunia akibat kecelakaan kapal dua tahun silam. Sementara sang ibu, SA, diduga sering pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama. 

“Anak-anak ini makan dengan cara menjual perabotan rumah. Mulai galon hingga AC. Warga sekitar juga turut membantu karena merasa iba,” kata Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifuddin.

Bahkan, kini mereka terancam diusir dari kontrakan. Sebab masih ada tunggakan sebesar Rp 10 juta.

Politikus Partai Gerindra itu langsung mengunjungi kontrakan lima anak tersebut dan berkoordinasi dengan Dinsos.

“Ini nanti kita tindaklanjuti agar hak-hak dasar tidak sampai putus. Terutama sekolah dan kependudukan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengapresiasi para tetangga dan pemerintah desa Yosowilangun. “Kami mengapresiasi semua pihak yang mau berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan di Gresik,” pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore