
Ilustrasi tempat penitipan anak atau daycare. (Pixabay)
JawaPos.com–Daycare Little Aresha di Jogjakarta mendadak viral di media sosial. Berbagai video dan potret dugaan tindak kekerasan yang dilakukan pengasuh di tempat penitipan anak itu beredar luas.
Berdasar pengakuan warga sekitar dan keluarga korban, anak-anak yang dititipkan di daycare tersebut diperlakukan semena-mena. Dikutip dari pemberitaan Radar Jogja (Jawa Pos Group) pada Sabtu (25/4), salah seorang warga yang tinggal di sekitar Jalan Pakel Baru Utara, Nomor 27, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, menyatakan bahwa kasus tersebut baru diketahui warga pada sore kemarin (24/4). Persisnya setelah aparat kepolisian menggerebek dan menyegel daycare itu.
”Katanya anak-anak ditali dan ditelanjangi sampai kedinginan. Saya tadi nggak boleh masuk, hanya Pak RT yang masuk,” kata warga yang tidak berkenan menyebutkan namanya tersebut.
Tidak hanya warga, salah seorang keluarga korban berinisial HF menyampaikan bahwa keponakannya yang baru berusia 3,5 tahun sampai ketakutan setelah dititipkan di daycare tersebut. Padahal, orang tua anak itu baru sekali menitipkan keponakannya di Daycare Little Aresha. Menurut dia, ponakannya terpaksa dititipkan ke daycare tersebut karena ibunya harus tugas ke luar kota.
”Baru masuk satu hari, di hari kedua anak sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu bilang tidak mau, nggak mau. Intinya dia takut sekali untuk masuk ke sana,” ujar dia.
Berdasar pengakuan ponakannya, HF mengungkapkan bahwa pengasuh yang biasa dipanggil miss berlaku tidak baik. Akibatnya anak-anak ketakutan sampai menolak dititipkan di daycare tersebut. Semula, dia mengaku pihak keluarga merasa ponakannya tidak kerasan karena baru pertama kali masuk daycare dan perlu penyesuaian, namun ketakutan anak tersebut menjadi tidak wajar.
”Katanya miss-nya (pengasuh) galak-galak. Awalnya kami pikir karena belum penyesuaian saja, tapi ketakutannya tidak wajar,” sesal dia.
Kecurigaan keluarga memuncak setelah mendapat kabar adanya dugaan kekerasan yang dialami anak-anak dan balita di daycare itu. Menurut HF, ada anak yang diduga sempat diikat tangannya. Meski ponakannya tidak mengalami luka fisik, HF menyampaikan bahwa anak tersebut sudah trauma. Karena itu, keluarganya memutuskan memindahkan anak tersebut ke tempat lain.
Sebelumnya diberitakan bahwa Satuan Reserse Kriminal Polresta Jogjakarta menggerebek daycare tersebut pada Jumat (24/4) sore. Langkah itu diambil setelah dugaan terjadinya pelanggaran hukum di daycare tersebut mencuat di media sosial hingga memicu kemarahan publik secara luas.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
