Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 23.11 WIB

8 Titik Macet di Surabaya Barat Disisir, Ada yang Tunggu Pelebaran Jalan hingga Atur Putar Balik

LEBIH SIMPEL: Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya mengambil foto pelanggar lalu lintas di sekitar Satpas Colombo. (Satlantas Polrestabes Surabaya untuk Jawa Pos) - Image

LEBIH SIMPEL: Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya mengambil foto pelanggar lalu lintas di sekitar Satpas Colombo. (Satlantas Polrestabes Surabaya untuk Jawa Pos)

SURABAYA- Dishub Surabaya mencatat kemacetan di kawasan barat tak terhindarkan akibat lonjakan hunian baru. Kawasan HR Muhammad, Mayjen Sungkono, Yono Soewoyo, Raya Lakarsantri–Menganti, Raya Lontar, Raya Babat Jerawat, Margomulyo, hingga Tambak Osowilangon mengalami kenaikan signifikan volume kendaraan. Hunian baru memjadi salah satu penyebab. Termasuk adanya trend kendaraan listrik.

Solusi Jangka Panjang: Pelebaran dan Radial Road

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Surabaya adalah Beta Ramadhani mengatakan, titik Lontar, solusi utamanya adalah pembukaan radial road yang menghubungkan langsung kawasan barat dengan pusat kota. Jalan Raya Menganti juga menunggu pelebaran agar distribusi arus lebih lancar. Namun, realisasinya bergantung pada kesiapan anggaran dan proyek pemerintah pusat.

HR Muhammad & Mayjen Sungkono: Dorongan Pindah Moda

Meski infrastruktur di HR Muhammad dan Mayjen Sungkono sudah pernah diperbaiki, kemacetan masih muncul di jam sibuk. Dishub mendorong warga beralih ke bus kota dan angkutan wira-wiri yang sedang diperluas rutenya. “Kalau warga mau pindah ke angkutan umum, beban jalan akan jauh berkurang,” ujarnya.

Margomulyo: Macet karena Keluar Masuk Truk ke Gudang

Kepadatan di Margomulyo dipicu keluarnya angkutan barang dari pelabuhan dalam waktu bersamaan. Solusinya, putar balik di depan BCA ditutup dan digeser ke sisi selatan, dekat pintu keluar Tol Tandes. Langkah ini diusulkan kepolisian dan segera dieksekusi Dishub untuk mengurai antrian yang menjalar hingga tol.

Tambak Osowilangon: Jalan Nasional Belum Rata Lebarnya

Di ruas Tambak Osowilangon, kemacetan disebabkan lebar jalan yang belum merata. Beberapa titik sudah dilebarkan, namun sebagian masih menyempit. Dishub menunggu penyelesaian penuh pelebaran oleh pemerintah pusat agar kapasitas jalan seimbang dan arus kendaraan berat bisa lancar.

Yono Soewoyo: Simpang Perlu Penyesuaian

Untuk Jalan Yono Soewoyo, rencana jangka pendeknya adalah penyesuaian simpang dan putaran. Namun, pelaksanaan masih menunggu ketersediaan anggaran. Penyesuaian ini diharapkan memecah konsentrasi kendaraan yang menumpuk di satu titik.

Harapan: Angkutan Umum Jadi Jawaban

Beta menegaskan, peningkatan layanan angkutan umum tetap menjadi solusi paling efektif. Tahun ini Dishub menambah satu hingga dua rute baru bus kota untuk melayani kawasan barat. “Kami ingin warga nyaman menggunakan transportasi umum, supaya kendaraan pribadi di jalan berkurang,” pungkasnya.

Pengembang Siap Bekerjasama Atasi Kemacetan

Direktur Ciputra Group Hendra Lauw mengatakan, Ciputra sudah menyiapkan akses untuk tembusan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB). Menurutnya, kalau JLLB sudah rampung akses tersebut sangat mengurai kemacetan. Termasuk di titik persimpangan Lakarsantri arah Driyorejo. Dimana, JLLB nantinya bisa menghubungkan ke tol Sumo.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore