Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Juni 2025 | 16.22 WIB

Musim Kemarau 2025 di Jatim Diprediksi Lebih Pendek dan Terlambat, Warga Diminta Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Peta analisis kemarau di Jawa Timur per 1 Juni 2025. Warna cokelat menunjukkan wilayah yang masuk kemarau sejak April dasarian I, hijau menandakan wilayah yang masih alami musim hujan. (BMKG Juanda) - Image

Peta analisis kemarau di Jawa Timur per 1 Juni 2025. Warna cokelat menunjukkan wilayah yang masuk kemarau sejak April dasarian I, hijau menandakan wilayah yang masih alami musim hujan. (BMKG Juanda)

JawaPos.com - Musim kemarau tahun 2025 diprakirakan datang lebih lambat dan berlangsung lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Prakirawan BMKG Juanda Rendy Irawadi, yang mengungkapkan bahwa secara umum, di Jawa Timur baru sebagian wilayah yang memasuki musim kemarau hingga akhir Juni ini.

"Normalnya wilayah Jatim sudah masuk musim kemarau di bulan Mei dan Juni. Tapi saat ini baru sebagian wilayah yang sudah memasuki musim kemarau," ujar Rendy kepada JawaPos.com, Sabtu (21/6).

Ia menjelaskan, musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih pendek dari biasanya.

Jika normalnya kemarau bisa berlangsung selama 5 hingga 6 bulan, tahun ini hanya akan berlangsung sekitar 3 sampai 5 bulan, tergantung wilayahnya.

"Khusus Surabaya sendiri sudah mulai memasuki musim kemarau sejak April," jelasnya.

Lebih lanjut, Rendy mengungkapkan bahwa secara keseluruhan wilayah Jawa Timur diprakirakan baru akan benar-benar mengalami musim kemarau penuh pada Juli hingga Agustus mendatang.

Keterlambatan musim kemarau ini disebabkan oleh sejumlah gangguan cuaca skala regional yang terjadi secara terus-menerus sejak April lalu.

"Penyebabnya dari awal April hingga sekarang banyak gangguan cuaca skala regional seperti MJO, gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby," jelasnya.

Meski sudah memasuki musim kemarau di beberapa wilayah, curah hujan terpantau masih cukup tinggi. Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir lokal maupun angin kencang akibat cuaca ekstrem.

"Masyarakat dihimbau masih perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi, dan perlu menjaga kesehatan karena kondisi cuaca yang berubah-ubah," pesan Rendy.

BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca dan menginformasikan secara berkala kepada masyarakat. Warga juga diharapkan aktif mengikuti informasi dari kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore