Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 17.14 WIB

Awas Ada Buaya, Papan Peringatan untuk Warga Suka Mancing di Waduk Manukan 

Ilustrasi buaya (Dok. Pexels) - Image

Ilustrasi buaya (Dok. Pexels)

JawaPos.com – Warga sekitar Waduk Manukan Tirto IV, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya muara sepanjang sekitar 50 sentimeter pada Minggu pagi (15/6). Hewan buas itu terlihat sempat berenang di antara enceng gondok dan tanaman liar lainnya yang menutupi sebagian besar permukaan waduk seluas 3.500 meter persegi.

Informasi pertama diterima Command Center (CCroom) pukul 07.49 WIB. Petugas BPBD Kota Surabaya yang siaga di Posko Terpadu Barat langsung meluncur ke lokasi dan tiba dua menit kemudian. Kepala BPBD Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, buaya tersebut awalnya dilihat oleh beberapa pemancing dan warga yang tengah berada di sekitar waduk.

”Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran. Buaya sempat terlihat, tapi kembali bersembunyi di antara tanaman air. Rimbunnya vegetasi di permukaan air membuat penangkapan cukup sulit,” terang Irvan.

Dia menyebut, sekitar 40 persen permukaan waduk tertutup enceng gondok, kangkung, dan alang-alang. Sebagai langkah mitigasi awal, BPBD memasang papan peringatan bertuliskan “Awas Ada Buaya” di sekitar lokasi. Petugas juga memberikan imbauan langsung kepada warga agar lebih waspada, tidak beraktivitas terlalu dekat dengan bibir waduk, serta melarang anak-anak bermain di sekitar area tersebut.

Irvan menambahkan, pihaknya juga menggandeng ketua RT setempat Bakhtiar Habibi dan tokoh masyarakat untuk ikut melakukan pemantauan secara berkala. ”Kami sudah melakukan sosialisasi dan meminta warga segera menghubungi 112 jika buaya terlihat lagi,” tegasnya.

Salah satu warga, Hasan, 55, mengaku melihat langsung buaya tersebut pada pagi hari saat sedang mengecek joran. “Nggak besar, tapi tetap mengagetkan. Saya langsung lapor ke Pak RT,” ucapnya. Kejadian ini pun menjadi perbincangan hangat warga Manukan Kulon sepanjang hari.

Meski panjang buaya tergolong kecil, Irvan mengingatkan bahwa buaya muara termasuk predator berbahaya. "Tetap harus diwaspadai karena insting liarnya bisa muncul dalam kondisi terdesak," tuturnya. Hingga berita ini diturunkan, proses pemantauan oleh BPBD masih berlanjut.(omy)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore