
Perwakilan Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI) memberikan pernyataan terhadap kebijakan penertiban jukir liar minimarket di Surabaya. (Instagram @aslisuroboyo)
JawaPos.com - Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI) buka suara mengenai video pernyataan akan menggelar aksi besar-besaran, yang viral dan ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.
Koordinator Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI), Baihaki Akbar menegaskan bahwa pihaknya tidak ada masalah dengan penertiban juru parkir (jukir) liar yang digencarkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
"Kami tidak ada hubungannya dengan penertiban jukir. (Yang FSMI soroti itu komentar negatif) mendiskreditkan salah satu suku yang ada di Kota Surabaya (Suku Madura)," tutur Baihaki kepada JawaPos.com (14/6).
Dalam kesempatan yang sama, Baihaki juga mengatakan bahwa Forum Solidaritas Madura Indonesia telah mengadakan pertemuan dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di rumah dinas, Jumat (13/6) malam.
Dari pertemuan tersebut, FSMI memutuskan untuk mengurungkan niatnya. Aksi besar-besaran selama lima hari, Senin - Jumat (16-20/6) yang mereka klaim untuk 'melumpuhkan surabaya' batal digelar.
"Dibatalkan, alasannya FSMI batal demo dikarenakan Pemkot Surabaya sudah sepakat untuk mencarikan solusi, Pemkot sepakat untuk tidak membuat dan mengunggah video yang mengakibatkan kegaduhan," sambung Baihaki.
Sebelumnya, FSMI membuat pernyataan sikap dan akan melakukan aksi besar-besaran di Balai Kota Surabaya. Videonya berdurasi satu menit itu telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali di unggahan Instagram @aslisuroboyo.
Berikut pernyataan yang disampaikan dalam video viral:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kami dari Forum Solidaritas Madura Indonesia dengan ini mau memberikan pernyataan sikap kepada Pemerintah Kota Surabaya terkait kegaduhan di tengah-tengah masyarakat Surabaya
Yang di mana permasalahan ini sangat membuat gaduh kota Surabaya dengan statement-statement, dengan viralnya TikTok-TikTok atau viralnya video-video yang beredar di tengah masyarakat terkait masalah jukir liar lah, yang disebut preman lah, terkait masalah UMKM yang ada di kota Surabaya lah.
Jadi kami dari Forum Solidaritas Madura Indonesia akan menggelar aksi demo besar-besaran sebagai bentuk protes nyata terhadap Pemerintah Kota Surabaya.
Jangan hanya menggunakan statement Surabaya gaduh. Yang membuat gaduh adalah Pemerintah Kota Surabaya. Maka dengan ini kami pastikan Senin, 16 Juni 2025 sampai Jumat, 20 Juni 2025, kami dari Forum Solidaritas Madura Indonesia akan melumpuhkan kota Surabaya.
Camkan Itu! Salam settong dhere!

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
