Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 03.14 WIB

AFP Jatim dan DPRD Surabaya Kecam Insiden Guru Banting Siswa Saat Selebrasi Pertandingan Futsal

Sekretaris AFP Jatim Azhar Kahfi. (Septian Nur Hadi/Jawa Pos)  - Image

Sekretaris AFP Jatim Azhar Kahfi. (Septian Nur Hadi/Jawa Pos) 

JawaPos.com–Seorang guru membanting pelajar MI Al-Hidayah berinisial BA, 11, hingga mengalami retak tulang ekor usai pertandingan futsal antara  sekolah di SMP Labschool Unesa 1 Surabaya. Insiden itu menarik perhatian Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur.

Sikap yang dilakukan guru tersebut dinilai sangat tidak pantas dan telah mencoreng nama baik pelatih. Sekretaris AFP Jatim Azhar Kahfi mengutuk keras insiden tersebut dan menilai penyebab utamanya adalah kelalaian penyelenggara turnamen yang tidak melakukan koordinasi dengan federasi futsal sebagai otoritas resmi.

"Ini perbuatan yang tidak terpuji. Penyelenggara lalai karena tidak berkoordinasi dengan Asosiasi Futsal Kota Surabaya maupun kami di tingkat provinsi," kata Azhar di DPRD Surabaya

Menurut dia, turnamen olahraga termasuk di tingkat pelajar seharusnya memenuhi sejumlah persyaratan standar. Seperti izin kepolisian, perangkat pertandingan resmi, wasit tersertifikasi, hingga pelatih yang memiliki lisensi. Namun dalam kasus ini, semua prosedur tersebut diabaikan.

"Pelatih yang melakukan tindakan kekerasan, ternyata belum memiliki sertifikat atau lisensi pelatih," papar Azhar Kahfi.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Fraksi Gerindra tersebut menjelaskan, banyak event olahraga pelajar di Surabaya yang digelar tanpa melibatkan federasi. Sehingga rawan menabrak regulasi. 

Azhar mendorong Disbudporapar dan Dinas Pendidikan lebih aktif mengedukasi penyelenggara agar melibatkan asosiasi resmi dalam setiap pelaksanaan event.

"Kalau federasi dilibatkan, kami bisa turunkan pengawas pertandingan, wasit resmi, dan pengamanan dengan koordinasi ke polisi. Sederhana sebenarnya, hanya butuh komunikasi dan ketertiban administrasi," ujar Azhar Kahfi. 

Dalam insiden tersebut, Azhar menegaskan penyelenggara turnamen harus bertanggung jawab dan oknum pelatih harus diusut tuntas. Dewan dan federasi siap mendorong pihak berwenang untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Sehingga  bisa menjadi pembelajaran bagi semua penyelenggara ke depannya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore