Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Maret 2025 | 06.43 WIB

Viral di Medsos, Warga Tepis Klaim Semburan Lumpur Lapindo Berhenti

Lumpur Lapindo, Sidoarjo. (Dokumentasi JawaPos.com) - Image

Lumpur Lapindo, Sidoarjo. (Dokumentasi JawaPos.com)

JawaPos.com–Belakangan ini, beredar luas di media sosial, narasi yang mengatakan bahwa semburan Lumpur Lapindo di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, telah berhenti.

Kabar ini ditepis warga setempat, seperti Sastro. Warga Desa Jatirejo, Porong itu mengaku telah mengetahui kabar bahwa semburan lumpur lapindo yang hampir berjalan 20 tahun berhenti. Tidak ingin berspekulasi, laki-laki berusia 42 tahun itu bergegas mendatangi lokasi Lumpur Lapindo untuk memastikan kebenaran berhentinya semburan, seperti yang beredar luas di media sosial.

”Saya penasaran dan mengecek ke tanggul penahan lumpur. Namun, nyatanya semburan masih ada, walau yang terlihat sekarang hanya asap putih yang keluar,” ujar Sastro, dikutip dari Radar Sidoarjo, Jawa Pos Group, Kamis (20/3).

Meskipun tidak lagi memuntahkan lumpur secara signifikan, Sastro menuturkan di lokasi tanggul, terutama di titik 21 dan titik 25, semburan Lumpur Lapindo itu masih terjadi hingga menghasilkan kepulan asap putih.

Beberapa kolam penampungan air di sekitar lokasi semburan terlihat penuh, dengan pompa besar mengalirkan air ke Sungai Porong. Di selatan, terdapat dua titik pembuangan lumpur di Desa Pajarakan dan Desa Besuki.

Warga lain dari Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Wardiman menerangkan, pipa-pipa pembuangan lumpur di Desa Pajarakan dan Besuki masih aktif, tetapi tidak lagi membawa lumpur.

”Setiap hari pipa-pipa itu masih aktif, tapi tidak lagi mengeluarkan lumpur. Hanya air yang keluar dan itu pun tampak jernih,” seru Wardiman.

Meski hampir 20 tahun berlalu, tragedi Lumpur Lapindo di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, masih menyisakan luka bagi warga terdampak.

Bagaimana tidak, semburan lumpur panas akibat pengeboran gas Blok Brantas oleh PT Lapindo Brantas di Sumur Banjarpanji 1 pada 29 Mei 2006, menenggelamkan 19 desa di tiga kecamatan. Tiga kecamatan tersebut, adalah Kecamatan Porong, Kecamatan Tanggulangin, dan Kecamatan Jabon. Ada sekitar 25 ribu warga yang terdampak dan kehilangan tempat tinggal.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore