Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Mei 2023 | 16.15 WIB

Fakta-fakta Soal Bayi di Gresik Meninggal Usai Dengar Petasan

Bayi berusia 38 hari meninggal di Gresik usai kaget mendengar suara ledakan petasan. - Image

Bayi berusia 38 hari meninggal di Gresik usai kaget mendengar suara ledakan petasan.

JawaPos.com - Bayi berinisial HDN yang masih berusia 38 hari tewas karena diduga kaget mendengar kerasnya ledakan petasan di atas rumahnya gara-gara ulah tetangga.

Kejadian nahas sekaligus ironis yang menimpa bayi usia 38 hari ini terjadi di Jatirembe, Benjeng, Kabupaten Gresik, Jatim, hari H lebaran lalu, Sabtu malam (22/4).

Sebelum meninggal, bayi malang dari pasangan suami istri Nur Hasim dan Nur Faizah, sempat mengalami kejang hingga sulit bernapas.

Anak kedua ini mengembuskan napas terakhirnya di RS Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur. Tante korban, Nufus menceritakan, sebelum meninggal, keponakannya sempat mendapat perawatan selama 6 hari di rumah sakit.

Namun, takdir berkata lain, ia dinyatakan meninggal dunia. “Meninggalnya tadi pukul 10.00. Di RS Muhammadiyah Lamongan,” kata Nufus, seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Senin (1/5).

Kronologi Ledakan Petasan Renggut Nyawa Bayi

Nufus menduga, keponakannya tersebut meninggal karena kaget dengan ledakan petasan yang disulut tetangga saat malam takbir Lebaran.

Menurut Nufus, petasan tersebut disulut pada Sabtu (22/4) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu bayi dan kedua orang tuanya sudah beristirahat di kamar.

“Setelah mendengar petasan itu, keponakan saya itu langsung kaget hingga mata kanannya itu nutup sebelah dan lidahnya terbalik ke atas,” terangnya.

Nufus menambahkan, korban saat itu kemudian menangis, ibunya lalu memberikan ASI. Namun, karena lidah N terbalik ke atas, ibunya kesulitan memberikan ASI kepada keponakannya.

Diberi ASI Tidak Mau

“Dikasih ASI ibunya gak mau, karena lidahnya terbalik. Karena khawatir memburuk, kedua orang tua N membawanya ke klinik, bidan, hingga Rumah Sakit Denisa di daerah Bunder,” tambah Nufus.

Karena tidak ada ventilator, lanjut Nufus, keluarga membawa korban ke RS Muhammadiyah Lamongan, Rabu (26/4) siang. Di sana korban masuk ruang ICU karena koma.

“Di sana keponakan saya sudah koma sehingga dimasukkan ke dalam ruang ICU. Berdasarkan hasil CT scan, ada pembuluh darah otak pecah,” jelas Nufus.

Nufus menjelaskan, menurut dokter yang merawat, penyebab pembuluh otak N pecah disebabkan karena sebuah benturan. Padahal N tak pernah terbentur apapun.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore